Wednesday, August 30, 2017

Perlengkapan Pengajuan SIA dan SIPA

Saya jarang banget menulis tentang obat, perapotekan, atau seputar dunia apoteker. Entahlah. Kadang-kadang saya memang  suka lupa kalau saya ini apoteker.
                Jadi setelah di sumpah  tahun 2009 silam, saya baru akan memanfaatkan ijasah  apoteker saya sebagai penanggung jawab. Nah, artikel ini melanjutkan postingan lama tentang perpanjanganSTRA.  Alhamdulillah postingan tersebut banyak peminatnya. Terbukti, page view(s) nya sudah mencapai ribuan. Sekarang , tak ada salahnya saya berbagi pengalaman saat mempersiapkan saya  dokumen-dokumen untuk pengajuan Surat Ijin Apotek (SIA) dan Surat IJin Praktek Apoteker (SIPA). 

Jadi, SIA dan SIPA ini satu kesatuan. Sehingga dokumen yang dipersiapkan satu kesatuan juga. Namun, untuk pengajuan SIA dan SIPA berbeda-beda untuk masing-masing daerah.  Kalau di Kota Samarinda, SIA dan SIPA di terbitkan di Dinas Kesehatan. Ada juga pengalaman teman saya di Magelang dan Rantau Prapat, Sumatera Utara. Di sana, Pengurusan SIPA dan SIA dilakukan di Badan Perijinan dan Penanaman Modal (BP2T) dengan rekomendasi dari dinas kesehatan setempat.

Untuk SIPA tidak ada kejelasan masa berlaku, sementara untuk SIA sampai 5 tahun. Kalau SIA sudah tidak berlaku, ya SIPA nya otomatis tidak berlaku juga.

Karena dokumen-dokumen yang dipersiapkan lumayan banyak. Maka saya kelompokkan menjadi beberapa kelompok  agar menyiapkan lebih gampang.  

Kelompok pertama, ini terutama diperlukan kalau kawan sebagai apoteker yang bekerja sama dengan Pemilik/ Pengelola Sarana Apotek (PSA). Sebagian dokumen ini bisa kawan minta ke PSA Apotek dan sebagian merupakan perlengkapan apotek. Yaitu:
1.       SIUP dan SITU yang masih berlaku
2.       Sertifikat Higyene Sanitasi (HS)
3.       FC NPWP PSA
4.       FC KTP PSA
5.       Surat Perjanjian Kontrak (jika bangunan apotek sewa), atau Sertifikat tanah dan imb jika bangunan apotek milik pribadi.
6.       Perlengkapan Apotek : etiket obat oral, etiket obat luar, kartu stok, kwitansi apotek, kopi resep, surat pemesanan obat, narkotika, psikotropika, serta prekursor.

Kelompok 2, dokumen yang perlu kawan persiapkan dengan bantuan komputer, perlu di print, dan tentu saja ada beberapa dokumen yang perlu materai. 

1. Denah Apotek 
2.Hasil Stok Opname terakhir di apotek (untuk yang perpanjang atau apotek yang sudah berdiri) 
3. Daftar Asisten Apoteker yang memiliki STTK. Berisi nama asisten apoteker, nomor KTP, alamat,dan nomor STTK. 
4. FC Surat perjanjian kerjasama apoteker dan PSA (yang dibuat di notaris) 
5. Daftar Terperinci Alat Perlengkapan Apotek 
6. Surat Pernyataan akan mematuhi peraturan perundang-undangan dan etika profesi (bermaterai) 
7. Surat Pernyataan tidak bekerja di Instansi lain (bermaterai) 
8.Surat Pernyataan Pemilik Sarana Apotek tidak terlibat pelanggaran peraturan undang-undang obat (bermaterai) 
9. Surat Keterangan pengangkatan sebagai Apoteker Penanggung Jawab Apotek oleh PSA 
10Surat Permohonan SIPA dan SIA 

Saturday, August 26, 2017

Tempat Makan (Enak) di Samarinda #1*

Ayam Goreng Surasama
Alamat : Jln. Pasundan, Samarinda
Jln. Pangeran Suryanata, Samarinda.
Harga makanan :  Kisaran 8K - 20k

Gak terasa, sudah dua tahun lebih saya menetap di Samarinda.  Samarinda ini bukan kota kecil. Lah wong, ibukota Provinsi kok. Tapi berhubung 10 tahun sebelumnya saya menetap di Pulau Jawa, ya kadang merasa kesulitan, terutama akses mendapatkan pilihan barang dan ragam kuliner.

Di sini tempat makan banyak, tapi variasinya yang sedikit. Apalagi kalau mau dibandingkan  dengan Yogyakarta, dimana saya menetap 6 tahun, dan Jakarta dimana saya pernah menetap selama 4 tahun. Apalagi saya yang orang Sumatra ini, kadang kangen makan pempek, yang mana di sini ada, tapi rasanya biasa dan mahal. Suka makan nasi padang, yang mana, di sini warung makan padang yang enak rasanya cuma ada satu merek. Kadang pengen sarapan nasi uduk dan lontong sayur khas padang, yang mana saya belum pernah ketemu satu pun.

                Jadi tempat makan enak di postingan ini, ya menurut versi saya yang memang lidahnya belum menyatu dengan menu banjar atau Kalimantan yang didominasi rasa manis. Dan walaupun suami saya orang Kalimantan, Alhamdulillah, seleranya mirip dengan selera saya. Apalagi saya dan suami memang hobi jajan makanan di luar. Kadang kami kebosanana, mau makan di warung makan yang mana lagi. Tak banyak referensi di website. Ada sih, kebanyakan review di instagram. Saya juga pernah melihat review urutan restoran menurut tripadvisor, ternyata juga banyak yang gak sesuai ekspektasi.  Karena itu saya  bikin postingan ini. Semoga membantu dan bisa jadi bahan referensi.

                Kembali ke review makanan. Warung makan ini cukup baru, kayaknya baru setahunan.  Menu andalannya ayam gorem bumbu lengkuas.  Enak, ayamnya lembut, bumbu terasa banget, dan yang bikin tambah enak itu sambelnya. Sambelnya di lidah saya terasa sangat pedas.  Kalau makan di tempat boleh diambil sesuka hati. Yang bikin saya jadi sering makan Ayam Goreng Surasama ini, karena punya anak balita. Kalau di bawa ke warung makan padang, suka bingung dia mau dikasih makan apa. Lauk goreng-gorengan di Warung Padang cenderung digoreng kering banget dan keras.
                Banyak juga saya lihat yang makan di sini rata-rata keluarga dengan anak kecil. Ayam Surasama ini memang bisa jadi pilihan. Apalagi kalau sudah bosan dengan ayam goreng  di restoran fastfood. Harganya pun lebih murah. Pelayanan cepat. Ada pilihan lauk lain, kayak ikan lele dan ikan nila.  Belakangan, di Ayam Goreng Surasama ini juga ada menu nasi goreng. Saya pernah mencoba sekali. Dan rasanya mengecewakan.  Lebih enak nasi goreng buatan saya J. Oiya, ayam goreng surasam ini juga sudah tersedia di Go-Food.
warung ayam goreng lengkuas surasama samarinda
Ayam Goreng Surasama- Samarinda


Wednesday, August 23, 2017

Where will you stay?* #28

“ There must be, uncomfort feeling, awkward moment when you wake up in the morning, on different bad, as usual. Feel different smell of the air that you take.”
But  I always miss that feeling, sometimes trying to repeat once, and once more

Hotel Geo, Kuala Lumpur
Alamat : Jalan Hang Kasturi No.7, City Centre, Kuala Lumpur (Tepat di Seberang Central Market).
Phone : +60320322288

Saya pindah ke hotel ini, setelah tiga malam sebelumnya menginap di Citin Hotel,Mesjid Jamek, Kuala Lumpur.  Satu-satunya yang agak mengecewakan di Citin Hotel adalah saya dapat kamar yang gak ada jendelanya.

pemandangan dari kamar hotel Geo Kuala Lumpur
View dari kamar Geo Hotel

Karena  kali ini adalah liburan sekeluarga,  kami tentu punya banyak waktu luang untuk sekedar tidur-tiduran di kamar sembari melihat-lihat pemindangan Kuala Lumpur. Maka malam terakhir di Kuala Lumpur kami putuskan untuk pindah hotel.  Pilihan hotel kami masih sama : budget hotel di tengah kota.

Dan alasan utama saya dan suami akhirnya memilih Geo Hotel karena kami terkesan dengan lokasinya yang sangat strategis. Persis di seberang Central Market. Hotel Geo ini juga diapit terminal  Pasar Senin, dimana banyak bus-bus yang entah menuju kemana, juga starting point Bus GO KL Purple Line. Tepat di samping sisi lain Hotel ini ada LRT Stasiun Pasar Seni. Meskipun Kalau dibandingkan dengan LRT Stasiun Mesjid Jamek, saya lebih suka Stasiun Mesjid Jamek. Di Kala weekend, antrian beli tiket LRT Pasar Seni ini luar biasa, belum lagi karena masih tahap perbaikan, stasiun LRT Pasar Seni ini mengandalkan udara terbuka alias gak ada AC nya.

Kamar hotel Geo Kuala Lumpur
Lemari besar -Kamar Geo Hotel

View Kamar Hotel Geo Central market
Kamar Geo Hotel


Where will you stay?* #27


“ There must be, uncomfort feeling, awkward moment when you wake up in the morning, on different bad, as usual. Feel different smell of the air that you take.”
But  I always miss that feeling, sometimes trying to repeat once, and once more

Citin Hotel Mesjid Jamek, Kuala Lumpur

Alamat :  Mesjid India, Lorong Tuanku Abdul Rahman, Kuala Lumpur City Centre (tepas di seberang Mesjid Jamek, ada jalan yang diisi badzar, kebanyakan jilbab, pakaian, dan kosmetik).

Agustus 2017 ini saya kembali ke Kuala Lumpur.  Alhamdulillah dalam rangka liburan keluarga. Berangkat naik KLM, ternyata pesawatnya delay. Belum lagi antrian di imigrasi yang lumayan panjang. Alhasil kami sampai di hotel hampir pukul 12 malam.

Citin Hotel ini letaknya agak nyelip. Sebenarnya dulu sewaktu ke KL saya pernah memperhatikan hotel ini. Tapi karena sudah terlalu lelah, saya biarkan saja sopir taksi yang mencari. Sayangnya si sopir taksi ini gak tahu lokasi persis Citin Hotel. Pak Sopir hanya mengandalkan GPS. Karena letaknya di belakang badzar, kami sempat muter-muter. SI mbak GPS bilang sudah sampai, tapi kok hotelnya gak keliatan. Yang ada hanya deretan toko badzar yang telah tutup. Rupanya Citin Hotel terletak di belakang badzar itu.
kamar, hotel, citin, mesjid jamek, kuala lumpur, mesjid india, liburan, budget, keluarga
Amni di dalam kamar- sudah gak sempat foto kamar yang masih rapi

Overall, gak ada yang saya complain di Citin Hotel ini. Kebetulan saya dapat promo, kalau di rupiahkan sekitar 800 rb untuk 3 malam sudah termasuk makan pagi. Jadi memang nothing to complain. Dengan harga segitu, lokasi hotel ini sangat strategis, dekat banget dari Stasiun Mesjid Jamek. Apalagi selama liburan, kami sangat mengandalkan transportasi massal.

Sunday, August 20, 2017

Apa Obat Sariawan yang Paling Manjur ?

Sariawan itu penyakit ringan yang sangat mengganggu. Bikin susah makan, susah bicara, susah tidur, bahkan dalam kondisi diam saja bikin nyeri.

Anehnya, sariawan seringkali muncul tanpa sebab yang jelas.  Kemunculannya pun bisa berulang dan dapat menyerang siapapun. Siapa manusia dewasa di dunia ini yang belum pernah mengalami sariawan?. Anehnya lagi, siapa manusia di dunia ini yang rela ke dokter Cuma untuk konsultasi sariawan?.  Setidaknya kalau saya mikir puluhan kali mau konsul ke dokter ‘hanya karena’ sariawan.
Bagaiman jika terkena sariawan?. Rata-rata dari kita akan mencari sendiri obat yang diperlukan. Self medication atau swa medikasi istilahnya.

Berikut beberapa obat yang bisa Kawan pilih jika terserang sariawan. Mulai dari yang paling murah hingga malah. Saya sebut merek saja, jadi lebih gampang bagi Kawan kalau mencari obatnya ke Apotek atau drugstore. Tulisan ini juga bukan iklan. Pure pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki. Semoga membantu.

1. GOM. Ini obat pilihan pertama saya kalau sariawan. Bentuknya kecil, imut-imut dan harganya murah, hanya sekitar 5000-6000 rupiah.  Sensasi yang muncul saat dioleskan ke luka sariawan pun tak terlalu perih. Hanya perlu dua sampai tiga kali pakai, efeknya akan langsung terasa. Gom ini berisi boraks gliserin 10%.

Gom boraks gliserin obat sariawan
gom


2. Kenalog in oral base. Obat ini merupakan obat premium untuk sariawan. Karena harganya yang tergolong mahal dan efeknya yang sangat ampuh. Isi Kenalog in Oral base adalah Triamcinolone Acetonide yang masih masuk golongan kortikosteroid. Obat golongan kortikosteroid memang salah satu efeknya adalah meringankan inflamasi (peradangan).  Nah kenalog in oral base ini bekerja meringankan peradangan, berupa sariawan, yang terdapat di dalam mulut.  Selain bahan aktifnya, basis (bahan pembawa) pada Kenalog ini juga mampu mengurangi rasa sakit karena  mampu menutupi lesi(luka terbuka).  Basis pada kenalog ini terdiri dari gelatin (bovine), Pullulan, Sodium CMC dan Plastibase  55W.
Kenalog in oral base ini bentuknya berupa salep yang dioleskan pada tempat sariawan.  Tidak menyebabkan perih dan sangat ampuh. Saya pakai Kenalog ini kalau sariawan yang saya alami sangat parah  (sariawan terdapat di beberapa tempat), sariawan sangat besar dan terasa perih, atau sariawan datang  berulang dalam jarak singkat. Baru sembuh dua hari, sariawan muncul lagi. Harga obat ini lumayan menguras kocek, sekitar 60 sampai 70 ribu untuk 5 gram salep. Setidaknya kalau Kawan bandingkan dengan harga Gom yang tak sampai 10 ribu rupiah.

3. Enkasari. Ini obat sariawan ‘pemain lama’. Sesuai dengan slogannya, “ terbuat dari bahan-bahan alami”, Enkasari ini bisa dibilang ramuan yang terdiri dari beberapa ekstrak tanaman. Enkasari ini  berisi ekstrak akar kayu manis (Liquiritiae radix), daun saga (Abrus precatorius), dan daun sirih (Piper bettle folia).  Berbeda dengan obat sariawan yang dioleskan, Enkasari dapat ditelan. Selain mengobat sariawan, Enkasari juga memberi efek adem dan mengurangi panas dalam yang sering muncul bersamaan dengan sariawan. Secara ilmiah, Daun Saga dan akar kayu manis terbukti menyembuhkan panas dalam dan meredakan radang (sariawan menyebabkan peradangan di dalam mulut), sementara daun sirih berfungsi sebagai antiseptik.

kotak enkasari obat sariawan
Enkasari

kemasan enkasari obat sariawan


Tuesday, August 8, 2017

Cerita Rumah Pertama Kami

Tulisan ini saya tulisa Oktober tahun 2016 lalu. Saya ikut sertakan dalam sebuah perlombaan.  Alhamdulillah, gak ada kabar apapun saya terima setelahnya.  Jadi ketimbang sia-sia sama sekali, ada baiknya saya upload di blog pribadi. Setidaknya jadi bahan sharing. Setelah mencari pasangan hidup yang susahnya bukan main. Ada banyak hal lain di dunia ini yang juga mudah ditemukan, namun sulit untuk dipaskan. Seperti mencari asisten rumah tangga dan rumah.

Tulisan ini adalah pengalaman pribadi saya untuk mencari, menemukan, dan akhirnya mendapatkan rumah pertama untuk keluarga kami.

Setelah menikah tahun 2014 silam dan memiliki anak.  Kami memang masih tinggal di rumah kontrakan. Ada keinginan untuk membeli rumah, tapi masih di angan-angan.  Baru pada bulan Maret tahun 2016, saya iseng mencari tahu berapa harga rumah sederhana di pinggir kota Samarinda yang barangkali sanggup kami beli. 

Kami memang tak punya uang cash. KPR adalah cara yang paling mungkin bagi kami untuk memiliki rumah.  Saya mendapati beberapa rumah tipe 36 dan 40 yang terletak pinggir kota,  cicilannya tak sampai dua kali lipat kontrakan kami per bulan. Saya kemudian menghitung-hitung simpanan yang kami punya. Beberapa waktu lalu tabungan kami memang cukup tekuras. Suami baru keluar rumah sakit karena DBD, dan saya baru melahirkan.  Saya mengkalkulasikan dengan simpanan logam mulia dan deposito yang kami miliki.  Setidaknya dengan sedikit tambahan pinjaman uang kepada saudara/keluarga, kami bisa membayar uang muka rumah. 

Saat itu juga, saya langsung mengontak suami. Tak sampai 15 menit, suami langsung mengiyakan dan menargetkan tahun 2016 ini kami bisa membeli rumah.  Namun mencari rumah yang cocok ternyata  tak lebih sulit dari mencari pasangan hidup.  Ada saja kurangnya.  

Rumah pertama yang disurvei suami  adalah rumah take over. Rumah siap huni, perkakas boleh diambil, uang muka terjangkau, cicilan sisa 13 tahun. Sayangnya, penjual lebih suka kalau kami membelinya ‘di bawah tangan’. Artinya kami meneruskan cicilan tanpa ada balik nama. Suami sudah termakan rayuan,  tapi saya bersikukuh harus balik nama dulu. Kebetulan, ipar saya seorang developer local, ketika kami menunjukkan foto rumah tersebut. Ipar saya langsung bilang bahwa rumah tersebut tipe 27 yang dikembangkan menjadi tipe 45.  Entah mengapa pemiliknya tak jujur soal ini. Dan kami langsung mencoret rumah itu dalam daftar wishlist. 

Tak sulit mencari informasi di jaman sekarang. Saya melihat dari satu iklan ke iklan lain lewat internet, Dan karena suami sibuk, sedangkan saya lebih banyak punya waktu luang, maka saya lah yang menghubungi satu per satu agen property. Entah sudah berapa puluh orang yang sudah saya kontak. Entah berapa puluh iklan yang saya dan suami lihat. Dan selalu saja ada yang tidak pas. 

 Di bulan Mei, bahkan saya sempat ngambek. Saya marah, saya capek, sampai ada drama nangis-nangis. Saya bilang pada suami bahwa pada harus ada deadline, dan ada skala prioritas aspek mana yang jadi pertimbangan kami dalam memilih rumah.  Deadline-nya, akhir mei kami sudah menentukan rumah yang mana dan mengajukan proposal kredit ke bank. Paling lambat akhir September kami harus pindah rumah.

Saya lalu menyusun faktor penentu kami membeli rumah : harga, lokasi, akses ke rumah, luas tanah, rumah ready atau rumah indent.  Dan dengan dana terbatas, tentu kami harus menyingkirkan salah satu atau salah dua faktor penentu tersebut.  


Rumah kedua yang kami survey. Harga cocok, luas tanah sempit, akses dan lokasi bagus, namun harus indent.   Awalnya kami setuju mentransfer uang tanda jadi. Namun urung, karena pemiliknya developer lokal, dan tak ada kepastian kapan rumah akan mulai dibangun. 
Rumah ketiga yang kami survey. Rumah ini harga diatas budget, luas tanah sempit, lokasi dan akses bagus.

Lalu rumah ketiga, keempat, dan seterusnya. Ada saja yang kurang. Namun sesuai target, akhir Mei kami (terpaksa) membuat keputusan dan awal Juni kami mulai dari menyiapkan berkas dan survei bank dengan bunga rendah, menyiapkan dokumen pengajuan kredit bank hingga wawancara, yang kesemuanya juga sempat membuat drama dan gonjang ganjing di keluarga kami.  
Awalnya pilihan jatuh pada suatu rumah A dengan kriteria : luas tanah cocok, harga cocok, lokasi dan akses bagus. Pengajuan ke Bank A, kami ditolak karena alasan administrasi. Lalu kami coba bank B, setelah pengajuan berkas dan proses wawancara, KPR tetap belum bisa diproses karena ternyata SHM rumah tersebut belum jadi. Tanahnya masih dalam proses pemecahan.

rumah, rumah kpr, rumah pertama, mencari rumah kpr, pengalaman mencari rumah kpr samarinda, pengajuan kpr, cara pengajuan kpr, rumah di samarinda, rumah sungai kunjang samarinda
Alhamdulillah, rumah pertama kami


Kami mencoba alternative rumah lain, Rumah B. Rumah ini luas tanah cocok, harga cocok, lokasi bagus, namun akses jelek. Pengembang berjanji akan memperbaiki akses jalan ke rumah.  Kami coba ke bank C, lagi-lagi ditolak karena alasan administrasi.  Suami saya bahkan sempat down karena alas an ini.  

Kami lalu mencoba pengajuan rumah B ini ke bank D. Bank ini terkenal dengan proses KPR yang mudah. Kali ini persyaratan property yang tidak memenuhi. Rumah tersebut  terletak di jalan buntu. 
Saya lalu ingat ke rumah kedua yang kami survey.  Iseng-iseng saya coba menghubungi pemiliknya. Bertanya apakah rumah masih tersedia dan negosiasi harga. 

Ternyata rumahnya belum terjual dan pemiliknya setuju mengurangi harga. Sekali lagi kami mencoba. Kalau sampai di Bank D ini pengajuan KPR kami ditolak, mungkin kami harus  mencoba alternative lain. Kami perlu membeli tanah dan membangun rumah, barangkali. 

Singkat cerita, awal Agustus, kami diberitahu pihak bank D bahwa KPR kami disetujui. Karena rumah sudah siap huni,  maka kurang dari dua minggu,  tepat 17 agustus lalu kami sudah pindah ke rumah baru.   Semua sesuai target.  

Alhamdulillah. 

Samarinda, 1 Oktober 2016.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...