Tuesday, December 6, 2016

Vitamin Untuk Ibu Hamil

Bagi Kawan yang pernah merasakan hamil, pasti pernah menerima pertanyaan: minum vitamin apa?. Kontrol ke dokter atau ke bidan, selalu saja diresepkan vitamin, meskipun bayi dan ibu sehat-sehat saja.  Sebegitu pentingkah minum vitamin saat hamil? Wajib atau sunnah sih mengkonsumsi vitamin saat hamil?.
Sebenarnya yang wajib itu mengkonsumsi makanan. yang mengandung vitamin. Toh fungsi makanan kan sebenarnya selain memenuhi kebutuhan energi, juga demi memenuhi kebutuhan vitamin. Bagi siapapun, tidak hanya untuk ibu hamil. 
Namun, kondisi ibu hamil, yang dapat dikatakan sebagai kondisi kritis dimana : 1. Ibu hamil kerap mengalami mual, muntah atau ngidam dan hanya ingin makanan yang itu-itu aja. 2. Ibu hamil harus memastikan janin yang dikandung tumbuh dengan optimal, dimana salah satu faktor pentingnya adalah asupan gizi. Dua kondisi utama inilah yang membuat dokter atau bidan kerap memberikan tambahan vitamin sebagai antisipasi kalau-kalau kebutuhan gizi janin tidak tercukupi hanya lewat makanan.
Lalu vitamin apa saja yang sebaiknya dikonsumsi ibu hamil?. Saran saya, jangan menghapal merek. Tapi lihat isi kandungannya. Kalau tahu kandungannya, kita akan mudah memilih merek yang affordable, sesuai budget dan ketersediaan di apotek-apotek sekitar tempat tinggal. 
Saya dulu sewaktu hamil juga rajin tanya sana sini mengenai vitamin apa saja yang dikonsumsi saat hamil. Kebetulan saya rutin control di dokter kandungan yang kalau meresepkan vitamin hamil harganya relatif mahal.  So I had to be smarter. Mencari barang substitusi.  Lumayan sisa uangnya bisa untuk kebutuhan belanja bayi.

Jadi, kalau kawan perhatikan, apapun mereknya, vitamin hamil yang diberikan dokter secara keseluruhan pasit mengandung:

1.       Asam folat.
Ini asupan yang gak boleh ditinggalkan dari trimester awal hingga akhir. Kebutuhan asam folat ibu hamil sekitar 400 mcg per hari. Contoh merek yang murah:  Folavit. Dosisnya 400 mcg/tablet. Harga per strip nya lebih murah dari sebungkus rokok. Gak ada alasan untuk gak mengkonsumsi asam folat, kecuali memang asupan gizi dari makanan sudah tercukupi.  Karena asam folat dan kalsium adalah asupan vitamin wajib bagi ibu hamil.
O ya, setiap membeli obat, jangan lupa perhatikan dosis. Apalagi untuk asam folat,  tersedia beragam dosis, mulai dari 400 mcg, 1 mg, hingga 5 mg. Memang asam folat tidak hanya diperuntukkan untuk ibu hamil.

2.       DHA.
 
Suplemen ini yang paling banyak beredar di pasaran dan memang harganya paling mahal diantara suplemen yang dibutuhkan ibu hamil.
Ada sediaan yang komposisinya gabungan antara DHA, berbagai vitamin, dan asam folat sekaligus. Misalnya: Folamil Genio.  Bisa lebih irit dan minumnya lebih enak.  
Oh ya, DHA kan juga banyak terdapat pada minyak ikan. Jadi kalau kawan enggan membeli suplemen khusus ibu hamil, diganti suplemen berisi minyak ikan juga bisa.

vitamin ibu hamil DHA asam folat kalk kalsium laktat vitamin B6

3.       Kalsium laktat.
Saya sendiri sempat berganti-ganti merek kalsium laktat. Bukan apa-apa. Tapi dari awal hamil hingga saat akan melahirkan, saya terus muntah-muntah. Dan tablet berisi kalsium ini bentuknya paling besar.
Saya sempat ganti dengan tablet kunyah Dumocalcin. Dikonsmsi seperti mengunyah permen. Enak dan gak bikin mual.  Namun sayang di Samarinda agak susah mencari tablet ini. Saya sampai beli keluar kota.
Kalau kondisi sedang drop, mual muntah parah, dan saya cuma makan sedikit, saya minum kalsium dalam bentuk effervescent. Enak dan saya suka. Namun gak berani terlalu sering karena ada pemanis buatan/aspartam. Orang normal saja sebaiknya tidak mengkonsumsi aspartame dalam jumlah tinggi. Dan Aspartame ini kontra indikasi atau gak boleh dikonsumsi pada penderita fenilketonuria dan kadar fenilalanin tinggi.