Tuesday, March 22, 2016

Apoteker Murtad dan Perpanjangan STRA


Sebenarnya saya ini Apoteker Murtad. Saya sudah tidak menjalankan profesi sebagai apoteker selama tiga tahun belakangan. Dan sekarang saya lebih peduli perkembangan buku-buku terbaru serta tiket pesawat promo  ketimbang penemuan-penemuan obat baru.

Namun yang namanya periuk di dapur bukankah harus mengepul ? Jadi tahun ini ada niat untuk kembali menekuni pekerjaan, bukan profesi karena kadang saya merasa yang tidak professional, sebagai apoteker. Masalahnya Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA) milik saya akan habis tahun 2016 ini.

Tanpa STRA, saya tak bisa bekerja sebagai apoteker penanggung jawab. Saya akan kalah dengan lulusan apoteker dari universitas antah-berantah dengan IPK yang entah berapa namun punya STRA.  Meskipun (ibarat kata) IPK saya 4.00 dan saya lulusan Universitas dengan skor akreditasi tertinggi untuk jurusan farmasi se-Indonesia. Saya tetap dianggap apoteker gadungan. Waduh sudah murtad, sekarang gadungan pula. Terkutuk banget saya ini sebagai apoteker.

Maka dengan niat tulus untuk mengabdi lagi sebagai apoteker mencari uang, saya mengurus perpanjangan STRA. Dan sudah sejak pertengahan tahun lalu bahwa STRA bisa didaftarkan (maupun diperpanjang) secara online dan nanti dokumen-dokumen pendukungnya dikirim langsung ke Komite Farmasi Nasional (KFN). Dari beberapa sampel teman sudah mengurus secara online, ada yang lancar, ada yang tersendat berbulan-bulan sampai harus mendatangi langsung KFN di Jakarta.

Dan karena domisili saya yang saat ini berada di Pulau Kalimantan, saya tak punya pilihan lain selain mengikuti proses perpanjangan STRA secara online. Mudah-mudahan doa saya mengantarkan saya menjadi salah satu sampel yang urusan perpanjangan STRAnya lancar. Mengingat, seperti banyak urusan administrasi di negara ini, hampir tak ada koefisien yang mempengaruhi kelancaran selain tergantung nasib. Dan doa merupakan salah satu koefisien yang (konon) berpengaruh pada nasib. 

Saya mulai dengan mencatat berkas-berkas yang diperlukan dan dikirim ke KFN  untuk proses perpanjangan STRA:
Berikut syarat-syarat perpanjangan STRA:
  •   FC Ijasah Apoteker
  •  FC Surat Sumpah Apoteker
  •  FC Sertifikat Kompetensi
  •   FC KTP
  •  Asli STRA  lama
  •  Surat keterangan sehat (di web stra.co.id tertera keterangan sehat fisik dan mental, somehow setelah konfirmasi ke beberapa teman, yang dibutuhkan hanya surat keterangan sehat fisik standard. Karena kalau pakai keterangan sehat mental, harus tes ke psikiater)
  • Pas foto berwarna ukuran 2X3 @ 2 lbr, 4X6 @2 lbr
  •  Asli Bukti Pembayaran (biaya perpanjangan 250.000)
  •  Surat permohonan STRA (diprint dari web)
  •   Surat pernyataan mematuhi etika profesi, ditanda tangani bermaterai (diprint di web). 

Secara alur saya pikir cukup gampang,  saya hanya mendaftar online di website, kemudian meminta nomor billing via email ke sekretariat.kfn@gmail.com, membayar, dan lalu mengirimkan berkas. Maka dengan songong, saya registrasi online menggunakan email yahoo saya. Setelahnya, saya isi formulir perpanjangan STRA.  Kalau kawan ingin melakukan pengisian online ini, sebaiknya siapkan dokumen-dokumen yang akan dikirim agar gak bolak balik mencari data yang diminta. Atau minimal catat nomor di dokumen-dokumen tersebut yakni: No. KTP, Masa berlaku KTP, No. STRA, No. Ijasah Apoteker, No. Surat Sumpah Apoteker, Tanggal sumpah apoteker, dan no. Sertifikat kompetensi, No. SIPA, dan No.SIA

Nah yang bikin saya terkecoh, di akhir pengisian formulir, kawan akan diminta mengisi data-data bukti pembayaran. Bagian tersebut harus diisi agar Kawan bisa menyimpan data formulir dari awal. Karena saya belum mengirim email ke sekretariat KFN dan belum melakukan pembayaran, maka saya pikir ah barangkali alurnya adalah: minta billing dulu baru daftar online. Jadi saya kirimlah email ke sekretariat KFN. Sebagai emak-emak yang sibuk ngurus anak, saya baru sempat kirim email pada malam hari. Eh besoknya saya dapat balasan kalau saya harus mengirim email pada hari dan jam kerja dengan format :

Nama:
Lulusan/ Tahun:
No.STRA:
Masa Berlakua
No. Pendaftaran online: 

Percayalah kawan, keterangan jam pengiriman email dan format ini GAK ADA di website KFN. Bagaimana kalau terl anjur mengirim email di luar jam kerja, ya harus kirim ulang saat jam operasional.

Another tricky thing is format email permohonan nomor billing harus menyertakan nomor pendaftaran online sementara di form pendaftaran online harus mengisi nomor pembayaran dari no.billing yang diperoleh. Ini ibarat ayam betina harus meghasilkan telur yang dibuahi dari ayam jantan yang berasal dari telur tersebut. 

Maka karena persoalan ini tak dapat saya pecahkan, saya telepon layanan KFN di 08119255612. Rupanya saya harus mengisi form pendaftaran/perpanjangan online dulu, sementara form pembayaran harus saya isi dengan angka 00000…., supaya bisa disimpan sistem dan keluarlah nomor pendaftaran online. 

So…langkah-langkah perpanjangan STRA secara simple:  Siapkan dokumen yang diperlukan  --> registrasi dan pengisian formulir online, kolom pembayaran diisi dengan angka 0000…, --> simpan formulir pendaftaran --> print surat permohonan, pernyataan mematuhi kode etik, dan alamat pengiriman dari website --> kirim email permohonan nomor billing sesuai format ke sekretariat.kfn@gmail.com pada hari dan jam kerja --> balasan nomor billing pembayaran dari KFN (hanya berlaku 3 hari termasuk hari libur) –> print dan bayar di bank BNI, BRI, Mandiri atau Kantor Pos ---> bukti pembayaran beserta dokumenn lainnya kirim ke KFN --> banyak berdoa agar dokumen segera sampai dan diproses.

persyaratan dan cara perpanjangan STRA Online



                Oh ya, satu lagi, kalau Kawan menggunakan email selain gmail, lihat juga folder spam nya. Lagi-lagi saat itu saya terkecoh dan sempat berburuk sangka pada (lambannya kerja) KFN. Iseng-iseng di hari minggu saya cek folder spam, dan rupanya ada balasan email dari KFN. 

Saya sendiri mengirimkan dokumen ke teman yang kerja di Kementrian Kesehatan agar disampaikan ke KFN. Dan ya saya baru sampai pada tahap ini. Please send me prays, myfriends. Hopefully, semakin banyak doa baik, semakin baik nasib (STRA) saya. Aamiin.

19 comments:

Mila Said said...

Enak ya kalo punya sertifikat keahlian gitu, aku kuliahnya engineer tapi dari lulus sampe skrg blm pernah kerja yang ada hubungannya sama engineer sampe ilmunya udah lupa semua hahahahaa.. lebih murtad mana?

R Melati said...

Hahahaha, sama-sama murtad jangan begitu ah :D

Theodora Seviani Amelia said...

bagaimana updatenya mbak? stra yang baru sudah jadi atau belum? saya juga mau mulai mengurus perpanjangan stra nih, memang harus banyak-banyak berdoa ya sepertinya supaya semua bisa berjalan lancar hehehe

R Melati said...

Halo. Alhamdulillah STRA perpanjangan saya sudah jadi. Nah utk pengiriman ke Jakarta, memang saya mengandalkan kenalan seorang teman yang juga kerja di Kemenkes, jadi teman saya yang memasukkan berkas nya ke loket. Nanti akan dikasih tahu kapan STRA nya bisa jadi.
saran saya kalau gak berdomisili di Jakarta, bisa titip teman atau kenalan untuk memasukkan ke loket layanan stra di Kemenkes. :)

Nurul Fitrializa said...

Ka ktnya perpnjangan stra harus ngumpulin skp dlu. It bener apa ga y?

R Melati said...

Jumlah tertentu SKP utk perpanjangan sertifikat kompentensi. Baik pembuatan maupun perpanjangan STRA memerlukan sertifikat kompetensi yg masih berlaku.

Nurul Fitrializa said...

tp penting ga seh ka skp ituh. cz ak tipe orng yg mlz buat ikut seminar. kl sertifikat kompetensi dh kadaluarsa n mau diperpnjang syaratny skp gtu? selain skp bsa ga ikut tes kompetensi lg???

Haryo Kusuma said...

makasih infonya mbak Melati, saya pada waktu akses ke stra.depkes.go.id sempat bingung gimana caranya ngisi form terakhir, dan sempat kirim e-mail ke sekretariat.kfn@gmail.com, ternyata formatnya salah. semoga yang diusahakan mbak Melati bisa lancar.

R Melati said...

Halo Haryo. Salam kenal. Iya alhamdulillah perpanjangan STRA saya sudah jadi. Semoga lancar juga yak pengurusan STRA nya :)

ria kurniasari said...

Hay Mba..klo SIPA atau SIA jg g punya trs diisi apa donk..apoteker murtad jg ney..hehee

R Melati said...

Halo. maap baru balas. Saya juga gak punya SIPA dan SIA, jadi dikosongkan saja di form pendaftaran online. bisa kok. yang bs kosong itu nomor biling, sehingga harus diisi 000000...

Hartono said...

Mau nanya big mbak, untuk nomer sumpah Apoteker itu liat di bagian mana ??

R Melati said...

Halo. Di surat sumpah apoteker. tengah atas. nomor kodenya sama dengan nomor ijasah apoteker

Arifai Ahmad said...

Mbak mau tanya, klo apoteker ga bekerja itu, nama instansi nya diisi apa ya?

R Melati said...

Halo. Naman instansi bisa dikosongkan.

ria kurniasari said...

Mba...Kalau mau cek status gmn yaa...Telp ke kfn susah sekali,udh gtu ada pembaharuan websitenya,jd g bisa log-in lagi pakai username yg lama...Jd bingung sayaaaaangg..hiksss

R Melati said...

iya, beberapa teman juga mengeluhkan susah telpon KFN akhir-akhir ini. Klo emang g tinggal di Jakarta, saran saya minta tolong kenalan/teman untuk langsung mendatangi KFN di Kemenkes yang di Kuningan itu.

Dameriati Azimah said...

Hallo mbak.. salam kenal.
Ak dame.. STRA mau habis tahun 2018. Dan kakak ternyata kakak kelasku,, hehe..
Terimakasih banyak ini postingan membantu sekali,,
Boleh ty lagi?

1. SERKOM dan STRA berlakunya sama.. habis 2018. Apa bisa ajuin dengan SERKOM itu? Soalnya perpanjangan STRA 6 bln sbelum habis.. mbak melati gimna?

2. ini surat keterangan sehat maksdnya harus ke dokter? Apa dr puskesmas aja bisa??

Mohon dibantu menjawab.. sekali lg BIG THANKS mb,.

Andri G Kurnia said...

mba..klo misalnya ijin stra nya sudah habis ijinnya..gimana ya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...