Sunday, March 29, 2015

Where will you stay?* #22


“ There must be, uncomfort feeling, awkward moment when you wake up in the morning, on different bed, as usual. Feel different smell of the air that you take.”
But  I always miss that feeling, sometimes trying to repeat once, and once more

Hotel Fave, di Kemang, Jakarta Selatan

Fave Hotel Kemang terletak tepat di jantung Kawasan Kemang. Berseberangan dengan Hotel Amaris Kemang.  Cocok untuk Kawan yang punya keperluan di daerah Jakarta Selatan, terutama daerah Kemang, TB Simatupang, Fatmawati, Cipete dan atau ingin sekedar menikmati hippies-nya daerah Kemang. Dan tentu saja tidak saya rekomendasikan untuk Kawan yang punya keperluan di daerah lain yang jauh dari Kemang. Menembus padatnya lalu lintas diantara sempitnya jalan di Kemang bukan ide bagus kalau hanya demi menginap di Hotel Fave Kemang ini.

kamar hotel fave kemang jakarta selatan
Fave Hotel, Kemang- Jakarta Selatan

Nothing to complain,

Bisa saya pastikan inilah kamar paling kecil dari selama pengalaman saya menginap di beberapa Hotel Fave (Saya pernah menginap di FaveHotel Surabaya dan Fave Hotel Balikpapan).
Ya, dapat dipahami mengingat harga tanah yang luar biasa mahal  di daerah kemang. Dekorasi kamar masih didominasi warna pink. staf ramah. Makanan pagi lumayan, dengan tampilan restoran yang menurut saya oke banget. Terutama kursi makan di restoran yang agak tak biasa, terkesan klasik. Belakangan saya kerap menjumpai kursi makan plastik untuk restoran di budget hotel.
restoran hotel fave kemang jakarta selatan
Restoran- Fave Hotel Kemang


interior kamar hotel fave kemang jakarta selatan
Sliding door, yang berfungsi sebagi pintu kamar mandi dan penutup lemari- Fave Hotel Kemang


Oh ya, di Fave Hotel Kemang ini juga tersedia fasilitas kolam renang. Begitu menurut apa yang saya baca di lobi, meski tak sempat saya mampir melihat kolam renangnya. Ya agak berbeda, karena setahu saya tak semua jaringan Hotel Fave memiliki fasilitas kolam renang.

Pada malam hari, ada banyak pilihan makan di sekitar hotel Fave Kemang. Mulai dari kelas restoran, bar, hingga yang berjualan di kaki lima. Keluar dari halaman hotel, Kawan tinggal berbelok ke kiri hingga ketemu pertigaan. Di sebelah kiri pertigaan ini, ada banyak pilihan menu dari pedagang kaki lima. Mulai dari nasi goreng, hingga nasi campur dengan aneka macam lauk pauk.

 
pengalaman menginap di hotel fave kemang


*review ini sebatas yang penulis alami. Tentu saja berisi penilaian subjektif penulis.


Sunday, March 15, 2015

Perempuan yang Hidup dari Mimpi

" Maaf, aku tak bisa melepaskan mimpi-mimpiku"

"jadi kau akan melepaskan aku?"

" Aku tak tahu"

"..........."

" Tapi aku akan mati tanpa mimpi-mimpiku"

perempuan mimpi dan cita cita
gambar diambil dari source

Samarinda, 24 februari 2015

Thursday, March 12, 2015

Setelah menikah dan prioritas hidup

Dulu ketika bangun, hal pertama yang saya lakukan adalah bercermin kemudian menengok smart phone.
Setelah beberapa bulan, saya menyadari. Kini, menengok cermin pun sudah sangat jarang saya lakukan. Setelah satu setengah bulan tinggal bersama. Kini hal pertama yang terpikirkan ketika bangun adalah menyiapkan secangkir kopi hangat untuknya. Naluriah saja. Mencintai dan hidup dengan seseorang barangkali membuat kita secara tak sadar menggeser prioritas dan mengubah kebiasaan, tentu tanpa paksaan.

Beberapa bulan lalu, rasanya begitu tenang, kalau sehabis pulang kerja, setelah mandi, makan, sholat dan lalu berbaring di kasur, membaca buku hingga larut dan tertidur. Kini rasanya sungguh tak enak tidur sendirian di kasur double, meskipun dengan begitu saya bebas bisa tidur kapanpun, tak terganggu dengkurannya yang keras, saya dapat membaca buku selarut mungkin, tanpa harus bertoleransi mematikan lampu, karena dia terlalu lelah untuk tidur lebih larut.

Ada sesuatu yang tak pas ketika menyadari kasur bagian kiri masih kosong, dan tak ada makhluk hidup yang dapat saya peluk atau sekedar mendengarkan senandung sumbang saya sebelum tidur. Rasanya sunggu tak enak, semacam ada yang hilang.

Suatu siang, ketika bercermin, saya baru menyadari sudah lama sekali saya tak bercermin dengan durasi lama. Biasanya hampir setiap hari saya mematut diri. Sekedar menghitung jumlah jerawat yang baru muncul, memperhatikan jerawat lama yang tak kunjung pecah, atau memencet komedo. Saya sudah tak hapal lagi detal persis kerutan di wajah. Dan saya sudah tak terlalu peduli.

Begitulah.

Hari-hari berlalu. Dan tanpa terasa saya berubah.

Kebiasaan berubah.

Orientasi hidup berubah.

Dan  mungkin ada baiknya bagi saya mencatat perubahan-perubahan ini J

cerita setelah menikah dan prioritas hidup



Samarinda, Maret 2015

Wednesday, March 4, 2015

Where will you stay?* #21

“ There must be, uncomfort feeling, awkward moment when you wake up in the morning, on different bed, as usual. Feel different smell of the air that you take.”

But  I always miss that feeling, sometimes trying to repeat once, and once more

Hotel Amaris di Samarinda, Kalimantan Timur

                Tempat boleh berbeda. Hotel sama, tentu saja interior nya persis  sama. Sebelumnya saya pernah menginap di Hotel Amaris Surabaya.  Sehingga begitu masuk kamar, saya merasa déjà vu.  

Saya jadi membayangkan orang  yang, mungkin karena pekerjaan atau tugas, harus menginap di kota-kota berbeda, namun di hotel yang sama. Pagi hari pasti akan merasa disorientasi tempat. Pasti.

Hotel Amaris merupakan budget hotel yang dikelola oleh Santika Hotel (Kompas Group). Terus terang bukan favorit saya diantara beberapa pilihan budget hotel.  Karena interior yang sangat plain, kamar yang relatif lebih sempit, termasuk ukuran ranjang yang juga lebih sempit, mengikuti ukuran kamar.

Namun di Samarinda, saya tak punya pilihan banyak. Hotel Amaris satu-satunya hotel kategori budget yang dikelola oleh well-known management. Buat Kawan yang memang tak ingin mengambil risiko menginap di hotel lokal, namun budget pun tak memadai untuk menginap di hotel mewah, well-known budget hotel  semacam Amaris, Fave, Swiss Bell-Inn, Pop, Ibis, dsb memang bisa dijadikan jaminan.  Terutama soal kebersihan kamar dan kelincahan staf hotel.

Yang jadi nilai plus, Hotel Amaris Samarinda ini berada di lokasi strategis dan memiliki parkir luas. Makan pagi, meski tak banyak varian, namun rasanya  cukup menggugah lidah.

kamar hotel amaris samarinda
Kamar, Hotel Amaris Samarinda

menginap di hotel amaris samarinda
Kamar, Hotel Amaris Samarinda

Hotel Fave, di Balikpapan, Kalimantan Timur

Hotel Fave masih terhitung hotel baru di Balikpapan. Untungnya menginap di hotel dengan bangunan baru:  furniture terutama bagian dalam kamar dan kamar mandi masih oke banget.

Sebelumnya saya pernah menginap di Hotel Fave Surabaya. Wallpaper kamar saya dapati berbeda, meski interior tetap didominasi warna pink.  Luas kamar, meski sama-sama menyewa kamar standard, saya dapati kamar Hotel Fave Balikpapan lebih luas. Namun begitu, Hotel Fave di Surabaya menambahkan kaca tembus pandang pada dinding toiletnya. Saya rasa hal tersebut untuk mengakali agar kamar terasa lebih luas.
interior kamar fave hotel balikpapan
Kamar- Fave Hotel Balikpapan


Yang agak kurang menyenangkan, meski berada di jalan protokol MT. Haryono, namun letak hotel ini agak menjorok ke dalam. Terlebih, jalan menjorok ini memiliki kontur yang dibuat menanjak. Sungguh tak enak bagi pengunjung yang datang dengan kendaraan umum. Seperti saya yang dari bandara menuju hotel menggunakan angkot, stop di jalan protocol, lalu jalan kaki ke hotel.  Untungnya saya hanya membawa satu ransel.  Bagi kawan yang membawa koper besar atau banyak barang bawaan, sebaiknya siapkan tenaga ekstra, atau uang ekstra untuk naik taksi.

lobi fave hotel balikpapan
Lobi- Fave Hotel Balikpapan

menginap di fave hotel balikpapan
Lobi- Fave Hotel Balikpapan
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...