Saturday, July 12, 2014

Where will you stay?* #13

“ There must be, uncomfort feeling, awkward moment when you wake up in the morning, on different bed, as usual. Feel different smell of the air that you take.”
But  I always miss that feeling, sometimes trying to repeat once, and once more.

International Hostel Chicago, Chicago, Illionis

Saya baru menemukan hostel keren ini dua jam sebelum keberangkatan saya dari  Minnesota ke Chicago. Saat itu saya iseng berselancar menggunakan computer yang berada di lobby hotel, sembari menghabiskan waktu menunggu shuttle bus yang akan mengantar ke bandara. Rencananya malam itu saya hanya akan menginap di bandara O’Hare Chicago. Namun menimbang prakiraan cuaca  yang diramalkan masih di bawah 5 derajat celcius, gentar juga diri ini. Pertimbangan kedua, karena rate hotel transit jauh lebih tinggi di dari rate hostel. Maka lebih baik malam ini saya langsung ke pusat kota dan menginap di sana.

Dari bandara O’Hare, lagi-lagi saya menggunakan layanan shuttle bus,  GO Express shuttle. Bentuknya mirip travel Cipaganti trayek Jakarta-Bandung. Ongkosnya hanya 32 USD untuk tiket PP.  Karena dalam satu mobil, kita akan share dengan beberapa penumpang lain untuk tujuan daerah tertentu.  Lumayan irit, mengingat jarak tempuh dari Bandara OHare ke Chicago Downtown sekitar 18 miles.

Seorang staf front office menyambut kedatangan saya. Tak begitu banyak bicara. Keliahatan seperti mahasiswa yang  sedang kerja part time.  Sudah malam dan masih banyak tamu yang hilir mudik, check-in dan check out. Dengan memperhatikan ciri fisik,  dalam  hitungan kasar, saya pastikan 50%  pengunjung hostel ini adalah backpacker yang berasal dari Korea atau Jepang.
Resepsionis, International Hostel Chicago

Seorang remaja, sepertinya dari Eropa, terlihat sedang berskype ria dengan orangtuanya, ketika saya memasuki kamar. Ia duduk persis di samping kasur saya. Suaranya yang lantang dan menggebu-gebu mau tak mau memaksa saya mendengar cerita petualangannya mengelilingi Amerika. Dan tahun depan mungkin dia akan bertualang ke Australia, memenuhi undangan seorang pemuda Australia yang ditemuinya beberapa waktu lalu. Ia hanya berhenti bicara beberapa detik, saat melihat saya sholat.


Kamar yang hangat, International Hostel Chicago

Tak berselang lama, check-in seorang perempuan, yang saya ketahui belakangan berasal dari Korea. Pura-pura saya beramah tamah dengannya di wastafel.  Mengorek informasi mengenai tempat-tempat nge-hits di Chicago. Saya terlalu malas malam itu untuk mencari informasi di dunia maya. Sebelumnya saya berencana mengikuti One Day Tour Hop-On Hop-Off Bus. Setelah dihitung-hitung, ongkosnya cukup besar,  dan jikalau sedang turun salju, bus ini belum tentu beroperasi. Cewek Korea itu backpacking solo selama beberapa bulan mengelilingi Amerika. Sesuatu yang membuat saya berdecak kagum.

Dibandingkan dengan hostel abal-abal yang pernah saya singgahi, bisa dibilang ini adalah hostel terkeren.. Well organize, clean, and complete facilities. Kamar luas nan hangat, Total ada sepuluh kasur. Dan setiap tamu dilengkapi dengan selimut tebal, bantal, handuk bersih, dan locker. Tak cukup sering hostel menyediakan selimut dan handuk.  Juga ada telepon yang free digunakan untuk sambungan telpon lokal,  dan wifi yang super kencang.
Kamar mandi bersama dan dapur terdapat pada setiap lantai.  Walaupun tanpa kompor, tapi dapur umum ini menyediakan oven dan kulkas.  Kalau mau hemat, cukup membeli frozen meal di grocery store, dan tinggal dipanaskan di oven. Harga frozen meal berkisar 4-6 USD, tentunya lebih murah ketimbang beli makanan di warung makan yang bisa menghabiskan sekitar 9-11 USD.

Lantai dua dihostel ini keren banget. Selayaknya hostel, lantai inilah ruang rekreasinya. Ada ruang sepi tempat bermain atau membaca buku, meja bilyar, sofa empuk, toilet dan kamar mandi, pusat informasi (di jam-jam tertentu ada volunteernya), tersedia berbagai flyer dan peta, ruang makan untuk sarapan, kran drinking water, dan komputer untuk ngenet gratis beserta printer. Jadi meskipun sudah check out, dan menyerahkan kartu sensor sehingga tidak bisa mengakses lift dan kamar, bekas pengunjung hostel ini masih bisa beristirahat. Setidaknya bisa numpang mandi dan sholat.
pusat informasi, International Hostel Chicago


Ruang rekreasi, International Hostel Chicago

Ruang baca, Internatioanl Hostel Chicago


Dengan rate  28 USD permalam, termasuk makan pagi, hostel ini bisa dibilang almost perfect. Bahkan dari beberapa review yang saya baca,  Internatonal Hostel Chicago ini adalah hostel terbaik di Amerika.  Dan kalau Kawan punya kartu anggota hostelling international, bahkan bisa dapat diskon lagi.

Pemandangan dari ruang makan, International Hostel Chicago


Well, malam itu, saya tak lagi tidur sendiri. Ditemani beberapa orang, yang entah siapa mereka. Suara remaja Eropa yang berskype ria semakin terdengar pelan. Jetlag pun lenyap.  Menjadikan itulah malam ternyenyak sepanjang perjalanan ini               


*review ini sebatas yang penulis alami. Tentu saja berisi penilaian subjektif penulis.


No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...