Sunday, January 19, 2014

Where will you stay?* #10

“ There must be, uncomfort feeling, awkward moment when you wake up in the morning, on different bed, as usual. Feel different smell of the air that you take.”
But  I always miss that feeling, sometimes trying to repeat once, and once more.

Homestay di Dieng

Bergaya di teras atas

Kemana mata memandang, ada homsetay di sana. Tak perlu khawatir soal penginapan kala berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng. Apalagi kalau kawan melakukan perjalanan hanya bersama satu dua orang teman.  Namun jika bersama rombongan banyak atau ketiak peak seasons seperti natal dan tahun baru, mungkin ada baiknya menghubungi via telpon dulu. Setahu saya, tak ada pemesanan via agoda atau sejenisnya untuk homestay-homestay sederhana ini.  Telpon atau langsung datang.  Sebagai kawasan wisata,  biaya sewa per malam pun tak mahal. Hanya berkisar antara 150-250 ribu rupiah per kamar. Jangan harapkan fasilitas apa-apa. Yang paling penting, homestay nya menyediakan air hangat untuk mandi. Kebutuhan utama dan pertama. Kala itu saya menambah 10 ribu rupiah untuk makan pagi berupa sepiring nasi goreng beserta teh manis. Dari pemilik losmen ini juga bisa minta disediakan pemandu untuk menemani mendaki Puncak Sikunir sebelum sunrise.
                Bougenville homestay, penginapan sederhana  yang saya tempati ini terletak persis di seberang gang yang menuju Candi Arjuna.  Di sampingnya ada indomaret.. Dari lantai dua, view desa Dieng kelihatan jelas. Terbilang strategis.  Bersih.  Lalu di tambah ibu si pemilik homestay yang super ramah J

Nasi goreng yang bersatu padu dengan udara dingin Dieng, nikmat terasa

Kamar, Homestay, Dataran Tinggi Dieng

Homestay, Dataran Tinggi Dieng

Homestay, Dataran Tinggi Dieng


Hotel Victory, di Bandung

                Strategis. terletak di Jalan Padjajaran, Bandung, menjadikan keunggulan hotel ini. Rate nya di bawah 400 ribu per malam, bersih, dan staff yang ramah.
                Di tengah-tengah dari deretan kamar, terdapat taman atau semacam ruang rekreasi beserta bangku-bangku untuk bercengkrama. Ruang ini bagai dikotomi. Ia seolah membuat hotel keliatan lebih luas dan berkelas. Di sisi lain, pengunjung yang duduk-duduk di  sana tentu tidak bisa dibatasi obrolan, tawa, dan teriakan-teriakannya. Mengganggu, terutama di malam hari.
                Kamar mandinya oke. Ukuran kamar sempit. Tapi yang paling keterlaluan itu adalah lampu kamar. Memang lampu kamar hotel itu dimana-mana redup, terkesan remang-remang.  Tapi hotel ini benar-benar keterlaluan, redup sekali sampai saya susah mau ngapa-ngapain di kamar. Bahkan mengetik di laptop saja susah.  Kebayang kan redupnya kayak apa?.

Hotel Victory, Bandung
Kamar- Hotel Victory, Bandung
Kamar mandi- Hotel Victory, Bandung


*review ini sebatas yang penulis alami. Tentu saja berisi penilaian subjektif penulis.


3 comments:

Mila Said said...

ibu yg punya penginapan di tempat aku nginep di dieng juga ramah banget, sore2 kita digorengin kentang, disiapin susu.. sampe2 pas mau pulang pamitnya pake cium tangan hahaha...

R. Melati said...

Berarti orang Wonosobo emang ramah dan baik2 ya Mila :)

alex moore said...

Apakah Anda memerlukan pinjaman mendesak , kontak dengan , Jumlah, Durasi , Telepon No_ , Negara . E -mail (am.credito@blumail.org) Untuk Info lebih lanjut

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...