Wednesday, November 20, 2013

Where will you stay?* #9

“ There must be, uncomfort feeling, awkward moment when you wake up in the morning, on different bad, as usual. Feel different smell of the air that you take.”
But  I always miss that feeling, sometimes trying to repeat once, and once more.


Crystal Crown Hotel, Petaling Jaya, Malaysia

Room- Crystal Crown Hotel

                Hotel Tua. Besar. Jumlah kamar banyak. Hotel bintang 3 yang sangat standard.  Selain di Petaling Jaya, hotel ini juga terdapat di beberapa lokasi lain di Malaysia. Seperti di Kuala Lumpur dan daerah Port Klang.
 Tipikal business hotel. Lumayan secara fisik dan tidak mahal secara harga. Hanya sekitar 600-700 ribu per malam. Satu alasan lain karena HQ  perusahaan tempat saya bekerja berada di Petaling Jaya, tak begitu jauh dari hotel.
Hampir seminggu saya menginap di sini. Sampai saya hapal acara televisi lokal (entah kenapa saluran televise kabelnya gak ada yang popular).   Saya pun hapal menu sarapan pagi yang tiap hari sama. Tak banyak variasi. Mie rebus, nasi gemuk, nasi goreng, omelet, canai dan martabak, serta roti-rotian dan sereal. 
Ukuran kamar terbilang luas. Bathtub yang sudah tidak bisa digunakan dan shower kit yang tidak diganti tiap hari. But overall nothing to complain lah . Namanya juga dibayarin :p
Lobby- Crytal Crown Hotel


Holiday Inn Hotel, di Jeddah

Holiday Inn, Jeddah

                Dalam rangkaian umroh, saya menginap semalam di Jeddah sebelum balik ke Indonesia.  Hotel ini menjadi pilihan pihak travel agen.
                Famous hotel yang terletak di pusat kota Jeddah. Karena bukan lagi di tanah suci, hotel ini tentu menyediakan fasilitas selayaknya hotel berbintang, Ada fasilitas kolam renang (yang tetap dipisah antara perempuan dan laki-laki), bar dan minuman beralkohol  serta tempat karaoke. Buffet restorannya oke banget. Selain ada berbagai menu Timur Tengah dan  tentu saja tersedia masakan Indonesia.
Yang agak mengerikan, awalnya saya piker karena ini Jeddah, jadi ya sudah tidak apa-apa pergi kemana-mana sendirian. Nah jadi di hotel saya  turun dan naik lift sendirian. Di dalam lift saya berpapasan dengan beberapa staf hotel yang tentu saja ke semuanya laki-laki. Ada yang ngeliatin saya dari atas sampai bawah. Ada yang sampai menyapa dan menanyakan asal saya, keperluan, sampai status pernikahan. Meski sudah di Jeddah, ternyata tetap tak lazim perempuan berkeliaran sendirian, walau hanya di dalam hotel. Apalagi saya gak pakai cadar. Waktu itu bahkan saya urung ke drugstore yang terletak persis di seberang hotel. Saya perhatikan kalaupun ada perempuan yang jalan kaki, mereka tidak sendirian dan tentu saja mengenakan cadar.
Tapi di luar itu, menurut saya tetap saja staff hotel sekelas ini tak seharusnya bersikap tak sopan dan membuat pengunjung risih.



Room- Holiday Inn Jeddah

Monday, November 18, 2013

Ramuan Ajaib


Siapkan panci yang terbuat dari tanah liat. Masukkan air yang diambil dari Danau Kerinci di Jambi. Lalu panaskan sampai mendidih. Tambahkan sehelai rambut Dian Sastro yang minggu kemarin tertinggal di Rest Room Mall Pondok Indah. Tuangkan 200 cc darah ayam kate hitam yang masih perawan. Aduk terus sampa iramuan berubah warna. Terakhir tambahkan 1 gram serbuk belerang yang diambil dari Kawah Sikidang di dataran tinggi Dieng.  

Ramuan yang telah mengental ini dioleskan pada malam hari sebelum tidur, kecuali pada malam jumat kliwon, dengan wajah menghadap ke selatan. Rapalkan mantra: “Cantik…cantik..cantik..seperti Dian Sastro”.



racikan obat jerawat desolex dan mediklin tr
Bahan-bahan ramuan


Racikan krim ini merupakan campuran Medi-Klin Tr gel dan Desolex salep. Keduanya merupakan dua merek dagang.  Medi-Klin Tr berisi campuran clindamysin dan tretionin. Jadi si clindamysin merupakan antibiotic yang bekerja membasmi bakteri penyebab jerawat (acne vulgaris) di wajah. Sedangkan tretionin ini masih masuk klan vitamin A. Ia mempercepat  sintesis protein pada kulit. Regenerasi kulit menjadi lebih cepat, sehingga wajah terlihat lebih cerah. Coba kawan cek produk-produk krim pemutih di pasaran, hampir semuanya mengandung tretionin (retin-A) ataupun asam retinoat. Keduanya masih saudara sangat dekat.

Namun sebagai akibat dari regenerasi paksa ini, kulit akan terlihat memerah.  Sehingga perlu dicampurkan suatu bahan yang meminimalisir proses peradangan ini. Di sinilah salep Desolex yang mengandung desonide berfungsi. Desonide merupakan golongan kortikosteroid, ia berfungsi sebagai anti-dermatitis.Jerawat hilang, bekas jerawat cepat memudar, tanpa perlu wajah memerah seperti udang rebus.

Dan karena tretionin ini dapat rusak oleh sinar ultraviolet, makan krim ajaib ini disebut juga krim malam. Ia hanya boleh dioleskan pada wajah saat matahari sudah tenggelam. 

racikan obat jerawat desolex dan mediklin-tr
Meracik ramuan ajaib



racikan obat jerawat desolex dan mediklin-tr
Hasil jadi ramuan


Note: saya mendapat resep rahasia ramuan ajaib ini dari seorang kawan di apotek yang sering melayani resep obat jerawat dari dokter kulit. Monggo yang mau mencoba :)


Kangen Emak. Itu saja....

Suatu ketika di tahun 1997

Sunday, November 10, 2013

People Change



In many way, people change. Yes, people change definitely.

Berubah dalam arti, bisa diibaratkan seperti bunglon, mengikuti lingkungan  tempat mereka berada.
Saya pernah iseng menghitung ada berapa orang yang melemparkan senyum saat berpapasan, misal di lift, ketika menginap di sebuah hotel berbintang. Saya sampai pada kesimpulan: semakin banyak bintang yang dimiliki sebuah hotel, maka semakin sulit menemukan pengunjung yang tersenyum saat berpapasan.
           Lain halnya di hostel atau hotel kelas Melati. Lagi-lagi saya mencoba menghitung.  Saya sampai pada angka lebih dari lima jari. Sepertiga dari orang yang tersenyum itu biasanya akan melanjutkan dengan sapaan atau obrolan singkat.
Lalu bandara, sebuah tempat yang menyimpan banyak kisah tentang orang-oranng yang saling menyapa satu sama lain tanpa mengenal sebelumnya. Kalau lagi banyak kerjaan dan ingin menyendiri, pergilah ke eksekutif lounge.  Wangi, tidak berisik, dan terasa ada batas antara satu manusia dengan manusia lainnya. Tapi terus terang, seringnya saya lebih senang menunggu di ruang tunggu umum. Ada banyak hal yang dilihat. Ada banyak hal yang bisa diperhatikan, dan ada saja yang menyapa. Meski seringnya yang menyapa saya itu ibu-ibu, padahal ngarepnya mas ganteng yang duduk tepat di sebelah si ibu :p
Sampel lain, misal saat perjalanan kereta jarak jauh. Saya pernah punya pengalaman menumpang kereta ekonomi jurusan  Jakarta-Jogja seharga 38 ribu.  Butuh lebih dari dua belas jam, bising oleh pedagang asongan, berbau busuk, berhenti lebih darin hitungan jari dan tangan saya.  Dan pada akhir perjalanan, saya malah  saling mengenal penumpang dua baris kursi ke depan dan ke belakang. Itu terjadi sudah beberapa tahun lalu memang. Sekarang, mungkin lebih banyak yang asyik dengan gadget masing-masing. Tapi bagi saya, tetap terasa ada ruang yang membedakan saat menjadi penumpang kereta  kelas eksekutif.  Semacam ruang yang membuat suasana terasa lebih tenang dan aman. Yang seringnya menggiring pada keterasingan.

     Belakangan saya banyak mengeksplore rumah sakit. Dari Surabaya hingga Medan. Lagi-lagi merunut pada satu kesimpulan yang terbilang dangkal: Semakin mewah rumah sakitnya,  semakin songong pasien-pasiennya. Dua tahun sebelumnya, saya bekerja di sebuah rumah sakit pemerintah.  Sembilan puluh persen komposisi rawat inap adalah kelas tiga. Sembilan puluh persen pula komposisi pasiennya adalah warga dengan ekonomi menengah ke bawah. Setiap hari saya berinteraksi dengan keluarga pasien. Meski kadang suka ribut, gak tau aturan, suka ngeyel padahal salah, dan jorok minta ampun, tapi saya merasakan berinteraksi dalam kebaikan, keramahan, dan ketulusan. Iya tulus, sesuatu yang bisa membedakan seseorang dengan yang lainnya. Kesan yang langsung bisa ditangkap sepersekian detik.  
      Saya tidak tahu. Bunglonkah yang mengajari manusia? Ataukah bunglon hanya mimikri dari tabiat dasar yang memang dimiliki tiap manusia. Jasad sama, nama sama, individu yang sama. Lingkungan membuat manusia berlaku beda. You eat burger or you have fine dining, then you’ll be totally being different person.


People change in many way. Environment does perfectly. 

Friday, November 8, 2013

…rindu emak
…rindu bapak
Subuh kedua, bangun tidur, lalu meleleh
Sudah berbulan-bulan segalau apapun gak pernah nangis.
Kadangkala…
Manusia dewasa itu merupakan anak kecil yang terperangkap.


Begitulah adanya, kadangkala….