Thursday, July 12, 2012

Live Mydreams (part 2)


Masih soal melunasi hutang-hutang posting bersambung yang belum terselesaikan. Ini posting saya hampir setahun lalu. Yap..keliling dunia, mymost prestigious ambition. 
Mulai dari membuat list, menentukan skala prioritas, lalu menabung. Semoga suatu saat saya punya kesempatan mengunjungi satu per satu tempat ini. Aamiin.

Rusia , Bosnia Herzegovina dan atau Korea Utara
 Bagaimana rasanya berkunjung ke negara komunis?. Saya baru menginjakkan kaki ke Vietnam, mantan negara komunis. Tapi ke negara yang sampai saat ini masih menganut paham komunis. Kelihatannya cukup memacu adrenalin.
 Terlahir di negara demokratis (walaupun dan entahlah apakah demokrasi masih berjalan di negeri ini), yang jelas saya ingin sekali merasakan atmosfer berada di daerah komunis. Rusia dan atau Korea Utara menjadi tempat -yang suatu saat (insyaAllah) saya jelajahi-. 
Untuk Rusia, terserah negara bagian manapun di antara daratan Rusia yang luas, gak harus ke Moskow,  yang penting passport saya kelak ada cap Rusia.
            Lain lagi dengan Bosnia Herzegovina, sewaktu kecil saya  kerap mendengar pembawa acara berita televisi mengucapkan nama Bosnia Herzegovina (pertengahan dekade 90-an konflik di Bosnia Herzegovina sedang marak-maraknya). Mulai saat itu saya penasaran berat, seperti apa rupa negera yang namanya indah ini. Selain menjelajah negara komunis, berkunjung ke daerah konflik semacam chance to wide up oureyes, unexpectable experience, and of course lesson to learn. 

            Pulau dimana mafia berasal ini menjadi satu-satunya tempat di negara Eropa barat yang sangat ingin saya kunjungi.
Berawal dari membaca sebuah novel berlatar pulau  Sisilia. Well… saya yang selalu tergila-gila dengan laut,  menjadi penasaran dengan pulau yang diceritakan detail di novel itu, dikelilingi pantai indah, tenang, penduduknya biasa menggunakan transpotasi skuter, lelakinya cakep-cakep, plus bangunan bangunan bersejarah dengan arsitektur eropa jaman dahulu, sepertinya menjadi surga untuk berlibur.

Timbuktu.
Berangkat dari perumpamaan yang sering diucapkan orang-orang, jika ingin pergi ke ujung dunia, pergilah ke Timbuktu. Saya jadi pensaran berat, seperti apa sih Timbuktu itu.
Sebenarnya Timbuktu merupakan sebuah kota kecil di Afrika Barat. Perumpamaan itu bisa jadi muncul dari salah satu teori mengenai nama Timbuktu yang berasal dari kata "buqt" berarti ""sangat jauh", karena itu, "Tin-Buqt(u)" berarti tempat yang merupakan ujung dunia. Meski sangat jauh, jangan salah, Timbuktu telah ditetapkan UNESCO sebagai World Herritage Center atau pusat kebudayaan dunia. Kota ini pada abad ke 15 smenjadi tempat awal penyebaran islam di Afrika. Sehingga makin penasaranlah saya sama tempat (yang berada) di ujung dunia ini.
            Sayangnya untuk masuk ke Afrika, perlu persiapan ekstra, terutama soal travel warning masalah kesehatan. Biasanya sehabis berkunjung ke Afrika, apalagi Timbuktu gitu loh, dijamin kita gak akan bisa masuk negara-negara elit di Eropa.
            Timbuktu saya simpan sebagai list terakhir negara yang ingin saya kunjungi. Ketika sampai di Timbuktu, bukankah berarti saya sudah sampai ke ujung dunia, means saya sudah mengelilingi dunia…Aamiin. 

           
Oh ya, my next travel plan: 10 days, Bangladesh-India-Nepal, overland, budget traveling (as always), around October or November, Max 4 persons. Anybody want to join?

4 comments:

Gaphe said...

Kereeen... ah pengen sih sebenernya ikutan, sayang tapi gak boleh cutii.. :(

lagi banyak kegiatan. hahaha

enjoy your traveling time!

Dian Prasetya Dwi Anggraini said...

aku mauuuuu mba rika

Eric Strins said...

Gaphe.Wah sayang sekali...
Next time lah, kalau ada kesempatan :)

Dian. Nyook..., etapi emang kita boleh barengan cutinya? :P

Dian Prasetya Dwi Anggraini said...

nah nahh itu masalahnyaa...
suseh yeee..
nasibb nasibb

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...