Sunday, September 11, 2011

(Pe)Nginap(an) di Bandara



Kawan termasuk orang yang senang berpergian, sering harus terbang terlalu pagi atau terlalu malam di Bandara Soekarno Hatta, terlebih kalau pakai acara transit cukup lama. Dan mengingat keadaan Jakarta yang serba jauh dan serba macet. Alternatif ya menginaplah di (sekitar) bandara. Banyak tersedia hotel mulai dari yang berbintang sampai yang bermelati.
            Posting ini sekedar berbagi info saja. Waktu itu saya sempat butuh info penginapan di sekitar bandara. Selain bertanya pada teman, cara jitu ya bertanya pada Google.  Ada hotel berbintang seperti FM 7, Amarys, dan Jakarta Airport Hotel. Tapi bagi saya sangatlah tidak efektif jika harga penginapan tak jauh beda dengan harga tiket pesawat :P. Alternatif hotel kelas melati cukup banyak di daerah Benda, arah ke FM 7, belok kanan, dan di sana banyak berjejer hotel-hotel Melati. Sayangnya informasi yang saya peroleh dari pencarian Google hanya tersedia 3 nomor kontak hotel yang bisa dihubungi yaitu hotel Uswah, Ellia, dan Permata.
            Dari usaha saya menghubungi ketiga hotel ini, Uswah yang biaya inapnya paling miring, letaknya tak jauh dari FM 7,  sayangnya  mereka tidak menyediakan fasilitas antar-jemput ke bandara. Ada juga Ellia Hotel yang letaknya tak jauh dari Hotel Uswah, harganya tak jauh beda dengan Hotel Permata, waktu itu saya belum sempat menanyakan apakah ada fasilitas antar-jemput ke bandara. Saat saya menghubungi kedua hotel ini selalu full booked. Jika naek taksi dari bandara, umunya gak ada yang mau pake argo, karena letaknya dekat. Biasanya langsung ditarif sekitar 50 rb. Yah.. kalau sendirian dan barangnya gak banyak, mending naek ojek saja.

Hotel Elia Bandara
Nomor telepon : 0215550970

"Karena berdosa, Membuatmu Selalu Bertanya"


Sesuai dengan judul dan tag line nya, buku ini menyuguhkan, bisa dibilang semacam esai berbumbu fiktif, yang membuat kita berpikir lagi alasan dari sebuah alasan mengenai hidup, cinta, dan Tuhan. 
             Sebuah alasan, seperti sebuah peluit panjang, dalam sebuah pertandingan sepakbola. Peluit itu secara tiba-tiba membuat tim tuan rumah merasa kecewa, karena dikalahkan lawannya. Peluit itu tiba-tiba menjadi himne, yang membuat sebagian penonton tertunduk lesu diantara sebagian lain yang bersorak sorai.
Dalam situasi semacam itu, peluit adalah alasan, sesuatu yang tiba-tiba membuat semua pemain berhenti berlari-, tak lagi mengejar bola. Peluit panjang adalah alasan yang paling mendasar bagi semua penonton, pelatih, manajer, pemain, untuk sampai pada satu kesimpulan. , hasil akhir, keputusan.
Lalu bunyi peluit seperti apakah yang akan menggerakkan kita melakukan sesuatu ?. Ada banyak alasan. Seseorang, kau, aku, kita, digerakkan oleh sebuah peluit. Oleh sebuah alasan. Kenapa kita hidup? Untuk apa kita hidup? Kita semua menyimpan bunyi peluit masing-masing, kita semua punya alasan. Tapi terkadang, tidak semua dari kita tahu alasan sebenarnya. (Curhat Setan, 13-14)
            Ada tiga puluh tulisan yang tersaji dalam buku ini. Tulisan-tulisan yang berbentuk esai, kadangkala lebih mirip cerpen, dan ada pula lebih cocok sebagai puisi. Buku ini ringan, segar, namun menggerakkan.
Curhat Setan ini merupakan sekuel kedua dari buku A Cat In My Eyes. Namun di buku kedua ini, tulisan Fahd terasa lebih matang. Buku lain Fahd yang pernah say abaca adalah Menatap Punggung Muhammad. Ditilik dari kecepatan menyelesaikan buku, butuh berhari-hari bagi saya untuk menamatkan dan memahami buku Menatap Punggung Muhammad. Memang cerita dan penuturan bahasanya lebih berat.
Buku Fahd lain yang masih ingin saya baca adalah Rahim. Dari resensinya, menurut saya, buku ini memiliki kategori sama dengan Menatap Punggung Muhammad, bukan kaegori buku untuk merefresh otak.
Selesai membaca Curhat Setan, berkeliaran banyak pertanyaan di kepala saya. Dan bagi saya, ketika sampai pada halaman terakhir sebuah buku, lalu menari-nari berbagai pertanyaan dan pernyataan di kepala saya. Berarti buku itu telah sukses merasuk dalam ke dalam otak.
            Anyway, Happy reading everybody ^^

Judul Buku : Curhat Setan – Karena Berdosa Membuatmu Selalu Bertanya
Penulis : Fadh Djibran
Penerbit : Gagas Media
Jumlah Halaman : 172 Halaman

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...