Sunday, July 17, 2011

Live My Dreams (part 1)



Setiap orang pasti punya mimpi dalam hidupnya, entah mimpi yang terlalu mimpi, mimpi setengah nyata, atau mimpi yang benar-benar nyata untuk diwujudkan. Mimpi pun layaknya manusia, ia punya kadar hidupnya. Tergantung bagaimana kita memelihara, memupuk, dan menumbuhkan agar mimpi menjadi besar dan kian nyata.
Ada mimpi yang hanya sepersekian detik hidup, ada mimpi yang berumur hampir seumur pemiliknya tapi tak pernah tumbuh besar, dan tentu saja ada mimpi yang terus tumbuh, hidup, dan bermetamorfosis menjadi kenyataan. Ada cara-cara tertentu, tiap orang pasti punya caranya masing-masing, bagaimana mewujudkan keabstrakan mimpi, menjaganya, membuat ia tetap berada pada ingatan dan menjadikannya mewujud dalam realitas.
Bagi saya bermimpi itu perlu. Mimpi menjaga saya agar tetap survive, punya cadangan tenaga lebih, selalu menanti-nanti hari esok, or at least membuat saya beranjak dari tempat tidur di subuh pagi Hari Senin. 
Impian terbesar saya, bukan menjadi kepala ini, manager ini, pejabat ini, dan orang penting itu. Selain menjadi penulis, ambisi terbesar saya dalam hidup adalah melihat senja dari berbagai belahan bumi.
Mengelilingi dunia yang maha luas ini rasanya hampir (tidak) mungkin. Kalau begitu mari mengerucutkan ke-maha luas-an dunia, lalu menentukan belahan bumi mana yang benar-benar dan sangat-sangat ingin saya jelajahi. Ini daftarnya:

Tibet dan atau Nepal. Setiap orang yang belum menikah dan punya keinginan untuk nikah, pasti punya rencana soal bulan madu impian. Bagi saya, Tibet dan Nepal adalah, tujuan bulan madu impian. Bukan kemudian berbulan madu sambil mendaki mount everest. “Saya hanya pengen menyaksikan mount everest dari jarak dekat sambil menikmati secangkir coklat hangat di pagi hari bersama suami di sebuah perkampungan Tibet”.
Saya gak pernah berharap berbulan madu di hotel bintang lima atau berlibur ke resort maha mewah di private island, selain karena hal tersebut juga terlalu ngayal bagi seorang saya :P
Kathmandu, Nepal
 Motivasi tiap orang buat melakukan perjalanan beda-beda, ada yang mengejar kulinernya, wisata belanja, tempat rekreasi, dsb. Buat saya, yang paling menarik dari suatu tempat adalah budayanya. Nepal dan Tibet  punya budaya yang berbeda ditambah lancscape yang luar biasa indah, perpaduan sebuah tempat yang wajib-fardhu ain- untuk dikunjungi. 

Lhasa, Tibet  
Istanbul
, Turki
            Salah satu yang menarik perhatian saya saat mengunjungi suatu tempat adalah sejarah dibalik kekinian tempat tersebut. Turki merupakan negara tua yang kaya akan sejarah. Sebagian besar warisan Kerajaan Bizantium ada di sini.  Terutama kota Istanbul yang punya bangunan-bangunan dengan arsitektur menawan.
Ortakoy Mosque, Istanbul 

Napoleon Bonaparte pernah menggambarkan,”Jika di dunia hanya terdapat satu negara, maka ibukotanya adalah Istanbul”. Dari foto-foto yang cuma bisa saya lihat dan saya iler-in, duh saya sangat ingin menjelajah  Istanbul sembari membayangkan kejayaan  kota yang dulu dikenal sebagai Konstatinopel ini.
Istanbul


Kanada
 Di pertangah tahun 90-an, ada band remaja bernama The Moffatts. Sumpah, waktu itu saya benar-benar maniak dengan band ini, dan akhirnya membawa rasa penasaran saya mencari tahu soal Kanada. The Moffatts berasal dari Vancouver, yang merupakan salah satu kota besar di Kanada.
Hingga saat ini, obsesi itu tetap menjadi impian untuk mengunjungi Kanada, terutama Vancouver, tempat dimana The Moffatts berasal, yang juga menjadi salah satu kota besar di Kanada. Selain faktor ini, waktu remaja saya senang sekali nonton film dengan petualangan yang bersetting di Hutan Pinus nan indah. Selidik punya selidik, ternyata banyak film tersebut mengambil syuting di Kanada. Negara ini memang memiliki hutan pinus terluas di dunia. Dan menurut PBB Kanada dinyatakan sebagai salah satu dari 10 tempat terbaik di dunia untuk tinggal sejak tahun 1994. 
Hutan Pinus, Kanada

Vancouver

Banff National Park

At least, kalau sudah menyentuhkan kaki di Kanada, means saya sudah berkunjung ke Benua Amerika.

…berhubung tulisan kali ini panjang punya, saya potong menjadi 2 postingan yak.
To be continue on next post…

2 comments:

enny said...

pantessaaaaaannnnn.. ini rupanya :D
gw juga mauuu..
mudah2n impian yg ditulis terwujud ya rik :bd

Eric Strins said...

Amiiin. nyok ennyy, kita jalan2.. ;)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...