Sunday, July 3, 2011

Obrolan Uang


Di sela rutinitas, kesibukan dan hiruk pikuk dunia, sering terbesit dalam pikiran saya, apa jadinya dunia ini jika manusia tidak mengenal benda yang berfungsi sebagai uang. Mungkin akan menjadi lebih ribet menggunakan transaksi sistem barter. Tetapi siapa nyana, dunia mungkin bisa jadi lebih sederhana, manusia bisa jadi lebih santai.
Beberapa waktu lalu saya berkunjung ke negara tetangga. Balik ke Jakarta, masih terselip di dompet beberapa lembar mata uangnya. Sebenarnya kalau dirupiahkan lumayan juga bisa untuk bayar kos. Tapi berhubung belum sempat ke money changer, jadilah lembaran uang itu hanya teronggok seperti lembaran kertas lain di kamar. Di Indonesia lembaran-lembaran kertas itu gak laku. Bahkan untuk beli nasi padang sebungkus pun gak bisa.
Dan lagi-lagi saya jadi mikir, uang itu sangat relatif. Its just point of view, just our perception. Sesuatu yang sebenarnya manusia hargai sendiri, dan manusia persepsikan sendiri dalam ingatannya. Lalu apa jadinya kalau saya diberi alat dari Doraemon, yang bisa menyihir pikiran umat manusia, bahwa uang itu cuma lembaran-lembaran kotor berbau busuk.
Dapatkah kemudian saya mengurai kompleksitas beragam masalah di bumi ini?. Bukannya bermimpi jadi superhero, tapi coba kita lihat lagi negeri ini, segala tipu daya politik, korupsi, kemiskinan, kelaparan, kesehatan, hampir semuanya berujung pada lembar-lembar berbau busuk tersebut.
Lalu mari turun ke level yang lebih rendah, lingkungan sekitar kita. Berkenalan dengan orang, melihat manusia-manusia di mall, semua berawal dari apa yang terlihat secaara fisik, dari apa yang mampu mereka beli. Tak usah jauh-jauh,  di rumah sakit (tempat saya bekerja) VIP dan kelas 3 itu berarti perbedaan kasta. Mulai dari kecepatan pelayanan sampai ketersediaan obat. Bahkan paracetamol sebiji pun kalau harus mengubek-ubek apotek seisi Jakarta, ya harus dilakukan demi pasien VIP.
Ah saya mungkin cuma (terlalu)  takut atau sekedar usaha defensive, semoga saya dijauhkan dari menjadi manusia (berorientasi pada) uang.  
Sekali lagi, uang itu hanya tool dalam rangkaian sistem kehidupan di bumi ini *merapalkan pada diri sendiri.



No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...