Thursday, February 24, 2011

SEBENTUK CINTA

Uraikan sebuah yang hanya akan menjadi satu
Uraikan sesimpul yang hanya akan menjadi setali
Seperti aku
Seperti kamu
Seperti kita
Uraikan setitik cinta yang hanya akan menjadi segunung
dan Uraikan segunung yang hanya akan menjadi keabadian

(yogyakarta,4agustus2007.
saat EricStrins jatuh cinta)

Eksistensi Diri

(Jakarta, 24 Februari 2011) - Di tengah-tengah lembar kelelahan saya, rutinitas yang menjemukan, rasa muak, saya mencoba berdamai dengan diri sendiri, bahwa inilah yang sedang saya lakukan, EKSISTENSI DIRI. Bayangkan jika saya tidak eksis dimana-mana. Saya pernah mengalami itu, rasanya tidak enak, lebih tepatnya tidak berharga.

Jum’at, 2April2010.Yogyakarta.
Mari kita membicarakan eksistensi diri. Saya pengangguran, meski kuliah saya belum selesai. Saya tidak eksis di kegiatan apapun, saya tidak menghasilkan karya apapun, secara finansial saya masih sangat tergantung, saya tidak punya komunitas apapun, saya tidak berkegiatan apapun, lebih tepatnya tidak punya kegiatan tetap apapun. Selain mencuci, setrika, makan, dan bersih-bersih kamar.
Akhir-akhir ini saya merasa tidak eksis sebagai manusia. Saya sangat tergantung, dan saya tidak berperan dalam apapun. Seandainya saya meninggal, maka sistem sosial yang ada di bumi ini tidak pincang. Tidak akan terjadi perubahan apapun karena saya tidak eksis dimanapun.
Saya benar-benar pincang sebagai manusia. Saya ingin bekerja, tapi seumur hidup yang sangat saya takuti adalah bekerja. Menjadi manusia yang mengejar uang dan menghabiskan hidupnya demi lembar-lembar kotor berbau tak sedap tersebut.

Wednesday, February 9, 2011

Sesuatu yang Tak biasa

(februari2011.cerpen ini sy buat setahun lalu, siapa nyana, saat ini sy merasa 'mengalami' apa yg menjadi hasil imajinasi sy sendiri )


Ada sesuatu yg tak biasa, antara kau dan dia. Semua itu telah aku ketahui. Sejak dari pertama ku dengar tawa yang senada antara kau dan dia. Sejak pertama kutatap ada secercah pancaran mata yang teraba bahagia antara kau dan dia.
*
regret
Kau memang sudah mengenal dia jauh sebelum kau mengenal aku. Tapi kau dan dia hanya sebatas teman sekedar tahu nama. Kau mengenalnya karena kalian sama-sama masuk ekstrakurikuler kajian ilmiah dan penelitian. Aku mengenalnya karena ia adalah temen sekelasku yang kemudian menjadi sobatku. Lalu aku mengenal kau dan jatuh cinta. Sebagai teman dekat, aku mengenalkan kau padanya. Lalu dia menjadi mengenal kau karena aku. Dan kau menjadi mengenal dia karena aku pula.
Aku tahu aku merasa sedikit minder jika sesekali mendengar obrolan kalian yang terdengar sangat ilmiah di telingaku. Aku hanya tertarik soal playstation, sepakbola, gitar, dan dunia maya. Empat hal yang sering kau umpat. Kau bilang benci sepakbola karena  sepakbola sering menggeser prioritas kepentingan pacarmu. Playstation dan internet adalah hasil kecanggihan teknologi yang dimanfaatkan menjadi produk kapitalisme. Sedangkan gitar adalah benda asing bagimu, layaknya seorang yang seumur hidupnya tinggal di lereng gunung dan tiba-tiba suatu hari diajak bermain di pantai.  Tapi empat hal tersebut merupakan segala-galanya bagiku tentunya setelah dirimu.