Tuesday, January 11, 2011

Dilema

31oktober2010.minggu.
           
            Sehabis subuh, tiba-tiba saya teringat almarhum ayah. Ini gara-gara perbincangan tadi malam dengan seorang teman. Ia mengatakan ingin menjadi seorang wirausahawan, tapi sulit karena ia berasal dari keluarga non wirausaha.
            Saya sebaliknya, sebagian besar keluarga saya berwirausaha. Akan tetapi saya saat ini lebih fokus mencari pekerjaan dibanding berwirausaha. Sebagian besar karena dorongan dari keluarga (baca: ibu dan saudara-saudara saya). Ayah saya dulu kerap bicara bahwa ia memilih menjadi wirausahawan karena gak ada yang merintah serta gak tekanan dari atasan. Meskipun dari segi penghasilan, uang yang datang tiap bulan tidak pasti, bulan ini bisa untung besar tapi bulan depan malah merugi. Tidak seperti PNS atau pegawai swasta lainnya yang penghasilannya terus naik atau minimal pendapatannya sama dari bulan sebelumnya.

            Saya bilang ke teman saya tadi malam, menjadi wirausahawan juga bukan perkara mudah. Banyak tantangan dan risiko. Sejak dari kecil, tiap pagi dan malam saya selalu mendengar perbincangan ayah dan ibu soal jual beli barang, hutang, piutang, gaji karyawan, dsb. Jadi kalau mau cari hidup tenang, jangan berwirausaha
            Kembali ke soal ayah, sehabis sholat subuh, saya tiba-tiba ingat ayah. Memikirkan jika saat ini ayah masih ada, ia akan mendukung saya untuk berwirausaha. Ayah bangga berwiraswasta, meski dalam pandangan masyarakat tidak begitu wah…dibanding kalau jadi pejabat dsb.
            Ah saya rindu ayah saya. Keuletannya, idealismenya, dan pemikiran kritisnya. Ayah memang sosok yang kerap paling dirindukan oleh manusia. Apa yang tertinggal dalam ingatan saya, semoga akan tetap utuh. Semua orang pasti punya batas umurnya dan saya sudah mengikhlaskan ayah. 
*
Januari  2011 
Sekarang saya telah menjadi karyawan, dan saya bodoh kalau tidak bersyukur atas rizki ini. Kendati menjadi wirausaha tetap adalah salah satu keinginan saya. Mungkin bukan dengan impian membangun kerajaan bisnis. Sedikit lebih realistis…mencari celah usaha, bikin perencanaan, strategi, cari koneksi, dan tentu saja mengumpulkan modal. Pokoknya saya gak mau jadi karyawan terus, kalau udah ada usaha, saya mau berhenti. Ada banyak rencana yang ingin saya wujudkan. Life is never flat…
Bismillah………..

2 comments:

dfath said...

kereen...
trus dilema nya dimn ka?

Eric Strins said...

dilemanyo ya antara jadi pegawai n wirausaha. soalny klo mau wirausaha tu menurut aku, kita harus fokus. klo cm dijadikan sambilan, paling terbengkalai, klo dak yo stagnan.
tp yah semoga nanti sy akan menemukan jalan nya, Amin :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...