Saturday, August 7, 2010

Penghambatan Kontraksi Otot Polos Trakea Marmut Terisolasi yang Diinduksi Histamin Oleh Campuran Ekstrak Etanolik Daun Legundi (Vitex trifolia L.) dan Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)

Oleh: Rika Melati1

                        Daun legundi telah diyakini sejak lama dapat menyembuhkan asma, sedangkan rimpang temulawak diketahui memiliki efek antiinflamasi. Pencampuran antara daun legundi dan rimpang temulawak diharapkan dapat menghasilkan efek dalam pengobatan penyakit asma karena alergi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penghambatan kontraksi otot polos trakea marmut terisolasi yang diinduksi histamin oleh campuran ekstrak etanolik daun legundi (Vitex trifolia L.) dan rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.).

Penelitian ini merupakan uji in vitro menggunakan trakea yang diisolasi dari marmut (Cavia parcellus) jantan galur lokal yang dipertahankan dalam larutan bufer Krebs. Campuran ekstrak etanolik daun legundi dan rimpang temulawak menggunakan perbandingan 100:0, 75:25, 50:50, 25:75, dan 0:100 dalam organbath. Seratus bagian ekstrak menggunakan konsentrasi 0,5 mg/ml dalam organbath. Sebagai kontrol positif digunakan difenhidramin yang telah diketahui sebagai obat antihistamin. Trakea diinduksi oleh histamin dihidroklorida dengan konsentrasi kumulatif, kemudian besar kontraksi diukur dengan alat uji farmakodinamik. Hasil rekaman kontraksi diubah dalam bentuk respon kontraksi (%) dan penghambatan kontraksi (%).
Hasil analisis statistik menggunakan uji Least Significant Differences (LSD) taraf kepercayaan 95% pada rata-rata respon kontraksi (%) enam kelompok uji dibandingkan terhadap kontrol negatif menunjukkan perbedaan bermakna. Besar penghambatan kontraksi pada induksi histamin konsentrasi 1X10-4 M  oleh campuran ekstrak etanolik daun legundi dan rimpang temulawak dengan komposisi perbandingan 100:0, 75:25, 50:50, 25:75, dan 0:100 berturut-turut adalah 70,43±2,59, 58,14±3,90, 59,70±3,04,  46,80±4,84 dan 40,61±1,51%. Hasil analisis LSD pada rata-rata penghambatan kontraksi (%) oleh komposisi perbandingan 100:0, 75:25, dan 50:50 menunjukkan perbedaan penghambatan yang tidak bermakna terhadap difenhidramin sedangkan hasil analisis LSD campuran ekstrak etanolik daun legundi dan rimpang temulawak dengan perbandingan 75:25, dan 50:50 memiliki penghambatan kontraksi yang tidak bermakna dengan 100 bagian ekstrak etanolik daun legundi .


Kata kunci: histamin, legundi, temulawak, trakea marmut

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1. Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, 2008 (skripsi).

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...