Friday, July 6, 2018

Daftar Belanjaan di Kehamilan Kedua


Punya anak kedua, dengan jarak lumayan dekat. Kurang dari tiga tahun. Mau belanja lagi kebutuhan bayi-ibu atau menggunakan perlengkapan si kakak dulu?.

Kalau saya si both, ada barang yang dibeli, ada barang yang dipakai lagi. Jadi berhubung sekarang kehamilan sudah memasuki minggu ke 32, saya udah obrak abrik barang-barang Amni yang sebelumnya sudah dimuseumkan. Alhamdulillah ada beberapa barang yang masih bisa digunakan, ada juga yang gak bisa digunakan seperti baju dan sepatu pre-walker yang motifnya cewek banget. Beberapa barang perlengkapan bayi malah sudah banyak saya pre-loved sale-kan seperti tas penyimpan ASI, mainan baby gym, alat sterilisizer, baby carrier, hingga botol dot.  Apa mau dikata, anak kedua ini memang unplanned. InsyaAllah ada saja rezeki untuk si adek.

Dan mulai Juni kemarin, saya juga sudah mulai mencicil bagian yang paling menyenangkan sekaligus tidak menyenangkan karena harus keluar uang. Yap, belanja perlengkapan yang masih dibutuhkan.  Ada budget khusus buat belanja ?. Saya sih mentargetkan belanjanya sekitar 2 jutaan aja.

Apa saja yang saya beli ?.
Ini daftarnya: 
-         
-          Bantal bayi

-          Baju dan celana newborn
-          Tas diaper kecil
-          Sarung dan kaos kaki bayi
-          Nose cleanser, pure baby kids, telon balsam
-          Sabun dan shampoo (belum dibeli)
-          Breastpad, yang washable dan yang sekali pakai
-          Pembalut ibu melahirkan
-          Kapas bulat-bulat
-          Kasa steril
-          Celana dalam hamil
-          Pemotong kuku bayi
-          Gendongan samping kaos. Sebenarnya saya masih punya gendongan ring sling bekas Amni dulu, tapi dipakainya susah banget, terutama saat anak masih bayi kiwis-kiwis, dan  belum bisa menggunakan baby carrier.  Menggendong bayi (terutama yang dibawah 3 bulan) dengan gendongan menurut saya it’s a must. Apalagi saya punya refleks tangan yang gak begitu bagus.
-          Baby bather (belum dibeli)
-          Pampers new born (belum dibeli)
-          Perlak ompol bayi
-          Inhalant untuk bayi, saya pilih pure baby kids. Sebenarnya sekaran sudah banyak pilihan ya untuk aromaterapi-aromaterapi yang aman untuk bayi. Cuma emang pure baby kids yang paling gampang ditemukan. 

Wednesday, July 4, 2018

Menjelajah Dokter Kandung di Samarinda


        Di hamil yang kedua ini, seperti biasa, masih bingung memikirkan mau melahirkan dimana, mau kontrol sama dokter siapa, persiapan biaya melahirkan, perlengkapan bayi dan ibu, dsb..
 Anak pertama saya, Amni, lahir di RS Samarinda Medika Citra (SMC), Kebetulan RS ini dekat dengan kontrakan,  dan selama hamil saya kontrol dengan dokter Djaya Spog. Di RS SMC, dokter kandungannya ada dokter Djaya Sp.Og dan dr. Fernando Sp.Og. Waktu itu, meskipun menggunakan BPJS, tapi berhubung saya naik kelas jadi VIP, tetap ada tambahan biaya.

Na,  sekarang saya sudah pindah rumah. Sebenarnya  RS SMC ini masih bisa dijangkau,  jaraknya dari rumah sekitar 8 Km. Tapi tahu sendiri kan, kalau menggunakan BPJS, baru bisa masuk IGD saat sudah bukaan 4 (empat). Sewaktu Amni dulu, saya sampai bolak balik 4 kali RS-rumah sakit karena dari pagi sampai sore masih bukaan 2. Untungnya jarak kontrakan-RS gak sampai 2 KM.  Makanya saya bermaksud mencari rumah sakit yang lebih dekat.

Bulai Mei lalu baru berdiri Rumah Sakit Hermina yang jaraknya lebih dekat dari rumah, Kurang lebih 2 KM.  Awal kehamilan, saya masih rutin kontrol dengan dr.Djaya. Namun karena ada rencana mau melahirkan di RS Hermina, ada baiknya saya coba kontrol ke dokter yang in-charge. Ada cukup banyak dokter obsgyn yang juga praktek di RS Hermina, diantaranya yang saya ingat : dr. Wahyu W Sp.Og dr. Muhammad Anggit Nugroho Sp.Og, dan dr. Arbor. Sp.Og. Alhamdulillah saya udah pernah nyoba kontrol ketiga-tiganya.

Well, ini saya rangkum ya, mudah-mudahan memberi informasi terutama buat bumil yang ingin konsul atau sekedar mencari referensi dokter obsgyn di Samarinda.  

Dr. Wahyu W Sp.Og.

Dokter Wahyu ini hampir tiap hari praktek malam di RSIA  Herawaty, Jln. Untung Surapati.  Saya pernah sekali konsul ke dokter Wahyu.  Sebenarnya dadakan aja, waktu itu saya mau naik pesawat, dan butuh surat keterangan dokter kandungan. Dokter Djaya sedang keluar kota, dan kebetulan klinik herawaty ini gak terlalu jauh dari rumah.

Daftarnya  bisa lewat telpon, tinggal telpon RSIA Herawaty, jadi antrinya gak terlalu lama. Tarif konsul dan USG 150 rb. Kalau mau 4D juga ada, kalau gak salah biayanya sekitar 500 rb.  Dokternya orang jawa, cukup lengkap memberi keterangan, terutama saat di USG.

No telpon RSIA herawaty: (0541) 272799

Dr. Djaya Sp.Og
Dari anak pertama sampai sekarang mau lahiran anak kedua, saya paling rajin kontrol ke dokter Djaya. Praktek rawat jalan nya di di Apotek Pahlawan, di jalan Pahlawan.  Doi baru pindah 2 bulan belakangan. Sebelumnya  dr. Djaya  praktek di Apotek Kimia Farma Jalan Basuki Rahmat. Berhubung apotek nya sudah tutup, jadi dokternya juga pindah.
Di Apotek baru ini ruang tunggunya malah lebih enak. Apotek nya kelihatan lebih mirip klinik.  Jadwal praktek dokter Djaya ini pagi dan malam. Kalau pagi Senin-Sabtu, kalau Malam Senin-Jumat. Biaya sekali konsul dan USG 200 rb. Kalau mau melahirkan dengan dokter Djaya, doi ada di RS Samarinda Medika Citra (SMC).

Kalau mau daftar, bisa WA, SMS atau telpon langsung asistennya

No telpon asisten dokter Djaya Sp.Og : 085250517377

Dr. Muhammad Anggit Nugroho Sp.Og

Dokter ini praktek di RS Dirgahayu, Di RS Hermina, sama di Apotek Merak (simpang jalan Gatot Subroto).

          Untuk konsul dan USG memang tariff rata-ratanya lebih murah kalau kita ke klinik atau apotek. Saya dulu sewaktu hamil anak pertama, sempat konsul dan USG di RS SMC dengan dokter Fernando Sp.Og.  Tarifnya 150 rb ditambah USG 200 rb. Padahal klo di klinik atau praktek dokter di apotek rata-rata tarif USG dan konsul 150- 200 rb. Beda jauh kan ?. 

          Makanya, saya gak mau terulang lagi. Walaupun lokasi yang paling dekat untuk konsul ke dr.Anggit ya di RS Hermina. Buat jaga-jaga, saya telpon dulu RS Hermina untuk menanyakan tariff.  Ternyata biaya konsul ke dokter 195 rb, dan USG 285, total hampir 500 rb kalaa mau konsul dan USG. Sedangkan di RS Dirgahayu saya gak sempat tanya berapa biayanya.

          Akhirnya ya saya bela-belain ke Apotek Merak yang jaraknya lebih dari 10 KM dari rumah. Untungnya untuk pendaftaran bisa via telpon atau WA, jadi datangnya dikira-kira saja dari nomor antriannya.

Di Apotek Merak tarifnya USG 2D dan konsul 150 rb. Dokter Anggit ini juga ada USG 4D dengan tariff 300 rb. Kemarin malah dikasih bonus lihat USG 4D, dan boleh difoto. Walaupun bayarnya Cuma untuk USG 2D.

Jadwal praktek malam di Apotek Merak dari hari Senin-Jumat. Sedangkan sore bisa konsul di RS Dirgahayu dari hari senin – sabtu pukul 13.00-16.00

No Telpon RS Dirgahayu : 0541- 742116
No Telpon RS Hermina : 0541 - 2090700
No telpon Apotek Merak: 0853320083679,
no WA apotek merak : 082197866990,
di nomor asisten dr. Anggit Sp.Og : 081227900034

gambar USG 4D
InsyaAllah si calon adek - USG 4D

Tuesday, June 26, 2018

Buku Rentang Kisah - Gitasav



                Bagi Kawan yang senang berselancar di instagram atau menonton vlog, nama Gita Savitri Devi alias Gitasav tentu taka sing lagi. Saya sendiri awalnya tau Gitasav dari vlog miliknya sekitar beberapa tahun yang lalu. Malah, ketika ketenaran doi yang mulai booming sekitar 1-2 tahun belakang, saya udah gak pernah lagi nonton vlog nya.

cover buku rentang kisah gita savitri devi
Rentang Kisah - Gitasav

                Anyway, posting ini bukan soal ghibah selebram atau vlogger ya. Sesuai judulnya,  jadi  di posting  ini saya cuma ingin mereview, atau mungkin lebih tepatnya mengomentari buku Rentang Kisah nya Gitasav. 

Saya membaca buku rentang kisah ini masih dalam rangka demam playbooks. Mengingat isi bukunya yang ringan, jumlah halaman yang terbilang sedikit, serta bisa dikatakan easy-reading, buku ini cocok banget untuk dibaca lewat palybooks. Saya hanya butuh beberapa jam dalam satu malam untuk menghabiskan satu buku full.

Buku Rentang Kisah ini bisa dikatakan buku non-fiksi yang terdiri dari beberapa tulisan Gitasav dengan beberapa tema.  Satu kisah pertama merupakan tulisan khusus yang ditulis Gitasav untuk buku Rentang Kisah, sementara beberapa tulisan setelahnya, yang kebanyakan hanya terdiri kurang dari 10 halaman, adalah tulisan yang diambil dari blog pribadi Gitasav. Ya, sebelum merambah ke vlog dan instagram, Gitasav terlebih dulu merambah blog.

Screen shot e-book Rentang Kisah Gitasav

Well, tentu saja satu kisah pertama  pada buku Rentang Kisah yang menjadi sentral cerita. Walaupun saya sudah melewati masa yang dialami Gitasav itu belasan tahun lalu, yes but I still feel the feeling. Gitasav menceritakan dengan apik, menarik, mengalir, dan tentu saja rasanya mencerahkan memahami tulisan dan pemikiran Gitasav diusia yang masih awal 20an.

Thanks @gitasav, tulisan kamu enak banget dibaca. Jadi walaupun keadaan saya sekarang sudah jauh berbeda. Namun bukannya bosan, malah buku Rentang Kisah ini mampu membawa saya kembali ke masa-masa galau di awal usai 20an. Pencarian makna hidup, eksistensi diri, pertanyaan-pertanyaan, hingga mimpi-mimpi.

Monday, June 4, 2018

Google Playbooks


           Baru seminggu terakhir, saya lagi ketagihan google playbooks. Dulu-dulu sempat nyobain, tapi gak dapat feel nya baca e-books. Belakangan, lebih karena terpaksa. Mau beli buku online, suka kelamaan, milihnya juga lama, belum milih mau beli di marketplace mana, yang semakin hari semakin banyak.  Mau ke toko buku, selain malas karena usia kehamilan yang sudah semakin tua, harga buku di sini juga jauh lebih mahal ketimbang di Pulau jawa.

Dan entah kenapa, setiap hamil (padahal saya baru dua  kali hamil) selain craving kalau liat makanan menggiurkan, saya sangat craving dengan pengetahuan, bacaan, dan sejenisnya. Kalau Cuma baca posting socmed, liat youtube, atau berita online, saya merasa belum terpuaskan.

                So I need book, book, and book. Dan Google playbooks ini bisa  jadi penyelamat,  kalau saya ingin baca buku secara instant. Beberapa keuntungan menggunakan Google Playbooks diantaranya :

-        -   Cepat dan praktis.  Dengan satu kali klik, buku sudah bisa dibaca

-         - Hemat tempat penyimpanan, karena bentuknya e-book.

-          - Seringnya lebih murah ketimbang toko buku dan hampir selalu ada diskon

Tapi, memiliki e-books, memang masih menuai pro dan kontra. Ada beberapa cacat atau hal kurang enak (menurut saya) dengan membeli e-books di google playbooks:

-      -    Saya gak bisa berlama-lama membaca di layar monitor, termasuk di layar smartphone. Sensasinya, selain rasa kelelahan malah bikin sulit tidur. Berbeda dengan membaca buku (cetak), selain kelelahan dan rasa bahagia, sering juga bikin ngantuk

-         - Karena dengan satu klik, sudah bisa membeli buku. Maka ada kemungkinan kita lepas kontrol dan baru kaget di akhir bulan saat tagihan kartu kredit datang.

-          - Rasa memiliki yang kurang karena bukunya tidak bisa dipegang.

-        -  Kalau gadget hilang atau kita ganti gadget, ya berarti ada kemungkinan kita akan kehilangan koleksi e-book(s)\

Well, kalau saya sih, tetap tidak akan 100% mengkonversi membeli buku cetak ke e-books, tapi sekarang saya punya pilihan, ada buku-buku yang harus saya cari versi fisiknya, ada yang saya akan cukup puas kalau punya e-book nya saja.

So, kawan, kamu tim yang mana? E-book atau buku cetak?

Samarinda, Juni 2018

Friday, May 4, 2018

A Note to Myself : Going 31

Semakin tua, barangkali  kita semakin tak peduli soal ulang tahun, kue ulang tahun, kado ulang tahun, harapan ulang tahun.
Barangkali itu kita, barangkali itu hanya saya.
Entahlah,
yang jelas, perasaan, emosi, dan ambisi rasanya lebih datar.
yang jelas, saya hanya ingin banyak banyak belajar ikhlas.
Yang jelas, tiap hari, tiap saat pasti ada  tantangan, halangan, dan rintangan.
dan semakin hari, yang jelas, saya hanya ingin terus belajar ikhlas, atas takdir, atas keadaan yang datang.

Menjelang berusia 31 tahun ini, saya baru mengetahui mengenai tawassul. Iya, agak terlambat memang. Saya ingin bertawassul atas dasar iman dan amal saya. Dan yang paling baik ketika mengerjakan amal, tentu saja harus ikhlas.

Tak perlu marah kalau ada kejadian jelek
tak perlu marah kalau nasib tak sebaik teman
tak perlu marah kalau usaha tak membuahkan hasil
tak perlu marah kalau apa yang didapat tak sesuai harapan
tak perlu marah kalau kesakitan terus datang
tak perlu marah kalau keadaan baik belum menghampiri

ikhlas saja

begitu bukan?


Biarlah harapan, keinginan, hanya saya hanturkan pada Sang Maha Pemberi.
Biarlah menjadi dialog pribadi saya dan Yang Menciptakan saya.

Biarlah kami bermesraan berdua, karena saya hanya seorang hamba yang memohon.
Semoga terkabul, semoga diberi yang lebih baik,
semoga akhir hidup kami menjadi yang terbaik.

Aaamiin ya rabbal alaamiin.



Samarinda, 4 Mei 2018

Tuesday, May 1, 2018

Cara Cek Keamanan Obat untuk Ibu Hamil


Tahun ini saya sudah berusia 31 tahun. Whats new on me?.  Hidup datar-datar aja sih. Belakangan saya malah merasa de-motivasi. Atau barangkali pengaruh hormone?. Yap, sekarang saya lagi hamil anak kedua, sementara Amni baru berusia 2 tahun lebih beberapa bulan. Iya, kali ini saya kebobolan :D.
                Tapi ya disyukuri aja, berarti tahun ini rezekinya insyaAllah dikasih anak lagi oleh Allah.  Udah anak kedua, hamilnya lebih enakan donk?. Ouch, ternyata gak juga. Malah di anak kedua ini, saya merasa kondisi fisik menurun jauh dibandingkan dengan hamil pertama. Barangkali juga, karena sekarang kegiatan dan tugas saya lebih banyak. Masih momong balita, ngurusin dagangan, handle apotek, dan ngajar. Which is sewaktu hamil Amni dulu, kegiatan saya Cuma ngajar, dan gak ada balita yang diasuh.
                Tapi yang jelas, keluhan  selama hamil ini sangat bervariasi. Trimester pertama, saya menderita wasir yang cukup parah, walaupun setelah dua minggu, sembuh sendiri.  Ditambah pusing dan rasa berdebar luar biasa terutama setelah makan besar.  Saya sempat mengira hb rendah, tekanan darah rendah,  atau menderita anemia. Apalagi memang mual dan muntah yang saya alami cukup parah.  Setelah cek darah lengkap, hasilnya hb saya di angka 13 yang berarti masih normal, tekanan darah memang rendah, tapi untuk kategori ibu hamil, tekanan darah tersebut masih dikategorikan normal. Then whats wrong?.  Setelah konsultasi ke dokter, ada kemungkinan, gejala tersebut akibat maag. Saya disarankan makan sedikit-sedikit tiap 2 jam sekali.

Sekarang sudah jalan 5 bulan, BB saya meningkat belum ada 5 kg. Tapi keluhan maag sudah berkurang, mual muntah juga berkurang walau kadang masih sering muntah kalau telat sedikit aja makan. Lalu, bukan berarti kondisi tubuh saya sekarang jadi lebih fit. Muncul lagi gejala baru, rhinitis alergika, batuk-batuk parah, dan beberapa kali asma saya kambuh, sampai dua kali masuk IGD rumah sakit (terparah sepanjang riwayat asma yang saya alami).

                Saya memang punya alergi dingin dan debu. Rhinitis alergika saya muncul kalau kondisi badan sedang drop. DI trimester kedua ini, dalam seminggu, rhinitis alergika saya muncul bisa berkali-kali. Terutama kalau malam hari, gejalanya flu dan batuk berdahak. Mengganggu banget, karena semakin saya kurang tidur, semakin kurang istirahat, kondisi badan semakin drop, rhinitis alergika semakin parah. Soal batuk berdahak, sudah hampir 3 minggu ini saya batuk-batuk, dengan frekuensi naik turun. Capek sedikit, batuknya tambah parah. Istirahat dua hari, batuknya berkurang, karena enakan, saya sibuk lagi sana sini, batuknya datang lagi.  Semakin parah batuk, kemungkinan asma saya untuk kambuh semakin besar. Duh..duh…

                Karena keluhan yang bervariasi itu pula, selama hamil ini, saya lebih sering mengkonsumsi obat.  Tentu saja minum obat kala hamil itu bagai buah simalakama. Diminum, takut membahayakan janin. Gak diminum, penyakit gak sembuh-sembuh.  Jadi selama hamil ini, saya rajin banget mengecek keamanan obat untuk ibu hamil. Terutama searching di google. Sayangnya, di beberapa websita info yang muncul sering simpang siur.   Biasanya saya akan melihat dulu obat yang akan saya konsumsi masuk kategori apa.

Sekedar tips, Kawan sebaiknya mencari kategori pregnancy drug dengan menuliskan isi/kandungan obat, bukan berdasarkan merek. Misalnya, Kawan mengalami demam, dan ingin mengkonsumsi Sanmol. Maka carilah kata kuni:  “paracetamol (isi dari Sanmol) pregnancy safety”. Dan akan keluar kategori keamanan Paracetamol untuk dikonsumsi ibu hamil. Ada dua rujukan yang dapat dijadikan acuan, yakni dari Food and Drug Administration (FDA), BPOM- nya Amerika dan Australia.

Kategori A : obat pregnancy safety kategori A ini bisa dikatakan sebagai obat yang paling aman untuk ibu hamil.  Sudah ada data dan penelitian yang menunjukkan bahwa obat ini aman dikonsumsi ibu hamil pada trimester 1 dan trimester 3.

Kategori B : Penelitian pada hewan uji menunjukkan obat kategori B ini aman untuk janin, namun belum ada penelitian atau studi lebih lanjut mengenai keamanan pada wanita hamil.

Friday, April 6, 2018

Cara Cek Ijin Edar Kosmetik Lewat Website BPOM


Cara Cek Ijin Edar Kosmetik Lewat Website BPOM

 Saatnya menulis lagi tentang obat. Kali ini, saya mau cerita bagaimana cara mengecek apakah kosmetik tersebut telah terdaftar di Badan POM. Ada dua alamat situs yang dapat Kawan gunakan, yaitu: www. cekbpom.bpom. go.id atau notikos.bpom.go.id.
Pada web cekbpom.bpom.go.id, Kawan dapat melihat produk kosmetik yang teregistrasi dan memiliki ijin edar. Nomor ijin edar ini juga wajib dilampirkan pada kemasan kosmetik tersebut. Kalau Kawan menemukan kosmetik di supermarket, atau toko-toko yang melampirkan nomor ijin edar pada label namun Kawan ragu, Kawan juga dapat memasukkan nomor tersebut pada web ini. Apabila nomor ijin tersebut hanya nomor rekaan atau tidak.
Situs kedua adalah website notikos.bpom.go.id. Saat ini hampir semua kosmetik yang beredar di Indonesia memperoleh ijin edar dengan sistem notifikasi. Dengan meng-klik menu informasi pada laman utama, Kawan dapat mengecek legalitas kosmetik apapun dengan memasukkan kata kunci  seperti merek kosmetik, bentuk sediaan, pabrik atau kata kunci lainnya pada kolom pencarian.
Kalau Kawan menemukan kosmetik yang labelnya tidak mencantumkan nomor notifikasi, jangan buru-buru curiga. Memang, Badan POM hanya mewajibkan mencantumkan nama dan alamat produsen pada label. Sedangkan nomor notifikasi boleh tidak dicantumkan pada label.
Bagaiaman untuk kosmetik import?. Well, notikos.bpom.go.id ini juga diperuntukkan bagi produsen atau importer kosmetik dalam mendaftarkan dan  memperoleh nomor notifikasi ijin edar kosmetik tersebut di Indonesia.


cara cek notifikasi kosmetik di website bpom
Notifikasi kosmetik online di web BPOM

Featured Post

Daftar Belanjaan di Kehamilan Kedua

Punya anak kedua, dengan jarak lumayan dekat. Kurang dari tiga tahun. Mau belanja lagi kebutuhan bayi-ibu atau menggunakan perlengkapan s...