Minggu, 16 April 2017

Berlayar di Sungai Mahakam, Samarinda



Kalau  Kawan mampir ke Samarinda dan ingin jalan-jalan, atau kalau Kawan di Samarinda, dan ingin jalan-jalan selain ke Mall, barangkali bisa mencoba Kapal Pesut Sungai Mahakam ini.
Info resmi mengenai kapal yang memang dikhususkan untuk pariwisata ini juga sudah banyak beredar di media sosial. 

Jadwal:
Sabtu-Minggu
Pagi  09.00- selesai
Sore 16.00- selesai
Biaya:  25.000/pack.
Rute : 1.  Jembatan Mahkota II
2.  Jembatan Mahakam (Arah ke Big Mall).
Lokasi : Pelabuhan Di Depan Kantor Gubernur Kaltim, Tepian.
Kontak :  081346246210

kapal pesut, mahakam, sungai, wisata, jalan-jalan, samarinda
Kapal Pesur Mahakam, foto diambil dari KlikSamarinda

 And the bad thing, di sini yang resmi dan yang terjadi di lapangan, hampir tidak pernah sama. Awalnya saya ingin mengikuti trip pagi. Pukul Sembilan pagi hari minggu, sudah mandi, berpakaian rapi, dan tak lupa membawa bekal si Amni. Tiba di lokasi, pelabuhannya tutup. Tak ada tanda-tanda kapal akan berangkat (lah wong kapalnya saja nggak ada). 

 Maka saya hubungi kontak person yang  ada di iklan. Pesan saya dibalas. Sore ini ada trip. Maka sebelum pukul 16.00, saya sudah tiba di pelabuhan.  Terlihat banyak orang yang kelihatannya juga akan mengikuti trip.  Kapalnya belum keliatan, tapi pelabuhan nya dibuka. 

Tak ada loket pembelian tiket. Hanya Ada mbak-mbak yang membawa kertas dan pulpen dan dikelilingi beberapa orang.  Saya hampiri, dan benar ternyata, beli tiketnya sama si mbak ini. 

Saya diminta membayar  Rp. 115.000, dengan rincian dua dewasa 50.000 per orang, ditambah balita 15.000. Dan embel-embel penjelasan. Beberapa orang di samping saya langsung membayar tiket seharga 50.000/orang. Saya protes karena di iklan tertulis 25.000/orang. Si Mbak hanya menjawab, sore ini kapal langsung double trip, ke Jembatan Mahkota II dan langsung ke Jembatan Mahakam. 


Barangkali si mbak ini belajar dari teknik pemasaran beberapa bisnis waralaba makanan, dimana pelayan seringkali hanya menawarkan paket makanan termahal tanpa tedeng aling-aling.
Saya kerap jengkel dengan salah satu outlet donut terkenal . Ketika saya memesan satu lusin, di pelayan akan menjawab “harganya 115.000 ya bu”
  “Emang harganya naik ya?.
“Itu sudah sama paket donut dan sandwich nya bu”
“Gak, saya Cuma mau beli donutnya saja”.  Dan muka si mas nya langsung cemberut.
Lain waktu, kalau saya beli  setengan lusin. “Harganya 79 ribu ya bu”.
“ Loh emang harganya naik?”
 “Setengah lusin donus dan satu lusin mini donut nya bu”.
“ Gak, saya Cuma mau beli donutnya aja”. Dan si mas nya langsung cemberut.
Di waktu yang berbeda lagi, saat saya membeli minuman di gerai yang sama. Seandainya saya tidak menyebutkan size gelasnya, maka mbak pegawai tak akan pernah menanyakan size gelas apa yang kita inginkan. Suatu inisiati untuk memberikan gelas jumbo yang harga paling mahal. Suatu saat, ketika saya ingat untuk menyebutkan ukuran gelas yang saya inginkan.
“Ukuran Small nya kita kosong bu”. Kemudian saya yang cemberut.  

Kembali ke Kapal Pesut Sungai Mahakam, karena beberapa orang yang saya lihat membayar seharga 50.000, dan saya tak selihai saat berbelanja donut. Maka saya pun membayar dengan harga yang sama.. Hebatnya, setelah membayar, saya tidak menerima bukti pembayaran apa-apa. Pulpen dan kertas yang dibawa si mbak pun tidak ia pergunakan. Nama saya  (dan penumpang lain yang memberikan uang) tidak dicatat. 

jalan-jalan, sungai mahakam, samarinda, kapal pesut, pariwisata
Jalan-Jalan dengan Kapal Pesut Mahakam. Foto: Koleksi Pribadi



Kami lalu diminta menunggu di pelabuhan sampai kapal datang.  Ketika kapal datang, tak ada aba-aba apa-apa. Tak ada orang yang menunggu untuk memastikan penumpang yang melompat ke kapal sudah membayar.  Sistem kepercayaan seperti sudah sangat jarang Kawan temui, bukan? .
Kapal Pesut Mahakam ini terdiri dari 2 tingkat. Yang bawah isinya seperti ruang makan, banyak kursi dengan meja, dilengkapi sebuah warung yang menjual kopi, teh, beberapa snack, dengan menu andalan pop mie. 

Dek atas kapal, kelihatan lebih luas, hany ada meja panjang, dan penumpang yang dipersilahkan untuk duduk lesehan. Di dindng kapal, terdapat beberapa pigura berisi gambar sungai Mahakam dan beberapa turis yang berfoto di Kapal Pesut Mahakam. Ada juga topi yang dapat digunakan sebagai aksesoris untuk berfoto. Topi ini persis seperti banyak digunakan ibu-ibu pendayung perahu di Sungai Mekong, Vietnam.
Di suatu sudut, bertumpuk jaket pelampung. Sedangkan  kebanyakan penumpang duduk di dek luar yag terletak di sisi belakang.

jembatan mahkota II, kapal pesut mahakam, samarinda,
Me, Myself, and Amni

Sungai mahakam, samarinda, jalan-jalan, jembatan mahkota II
Jembatan Mahkota II, Sungai Mahakam, Samarinda.


Tak lama selang kapal berjalan, hujan turun.  Dan berlangsung sepanjang perjalanan menuju Jembatan Mahkota II. Syukurlah begitu hampir sampai, hujan berhenti. Udaranya jadi enak banget, dan muncul pelangi.
Laju kapal terbilang lambat. Tapi, siapa butuh cepat-cepat?. Kan tujuannya ingin naik kapal melihat-lihat Sungai Mahakam.
Saya cukup menikmati perjalanan ini.  Lumayan sebagai alternatif hiburan, di Kota yang bahkan Museum dan Kebun Binatang saja tak ada. 

Sayang, saya tak sempat banyak mengambil gambar.  Sekarang, kalau jalan-jalan fokus saya terbagi dengan momong anak.  Tentu saja Amni sangat excited, sepanjang waktu ingin berkeliling kapal dan barangkali kalau punya kesempatan, akan terjun ke laut, yang dikiranya seperti kolam renang.  

Sudah hampir setengah 6 sore, ketika kapal berbalik arah menuju  Dermaga Kantor Gubernur.  Ternyata, ada beberapa penumpang yang hanya membeli tiket satu trip, dan meninggalkan kapal saat itu.
Ketika saya tanya ke petugas, Kapal Pesut Mahakam ini akan berhenti cukup lama. Beberapa penumpang baru terlihat menaiki kapal, dan sepertinya  kapal akan berlayar lagi menjelang sunset. Karena sudah terlalu sore, kami sekeluarga belum mandi, dan Amni mulai rewel, maka saya memberanikan mendekati si mbak-mbak yang tadi melayani pembelian tiket.  Begitu saya bilang, apakah boleh saya hanya mengikuti satu trip dan uang saya dikembalikan. 

jalan-jalan, kapal pesut mahakam, samarinda, sungai mahakam
Jalan-Jalan dengan Kapal Pesut Mahakam di Sungai Mahakam

Mbak yang memang penuh  inisiatif ini langsung menyerahkan uang 50 ribu, dan meminta saya memberikan uang sebesar 20 ribu.  Begitu cepatnya peristiwa itu, sampai saya tak sempat berhitung lagi. Secepat si mbak berlalu dan segera melayani penumpang lainnya. Setelah  dihitung-hitung, saya membayar 85 ribu untuk satu trip. 

Well, beyond all, bolehlah Kapal Pesut Mahakam ini dijadikan alternatif jalan-jalan.  Jangan lupa siapkan cemilan, kamera, jaket untuk yang membawa anak-anak, dan tentu saja jangan sampai kena kibul saat membeli tiket😀

kapal pesut mahakam, sungai, mahakam, samarinda, jalan-jalan, pariwisata
Jalan-Jalan dengan Kapal Pesut Mahakam di Sungai Mahakam

2 komentar:

Mila Said mengatakan...

waaaaa ada pelangiiiiii.. keren ih

R Melati mengatakan...

makasiih :D *eh