Minggu, 22 November 2015

Pembayaran Mudah Saat Belanja Online *

Tahun 2015 saya mulai dengan pindah domisili, dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Hal pertama yang saya rasakan begitu pindah ke Pulau Kalimantan adalah harga sandang yang mahal. Pun tak banyak pilihan yang bisa dijadikan opsi.

Jadilah setahun belakangan, meminjam istilah seorang teman, saya jadi ratu belanja online. Mulai dari sepatu, tas, seprai, jilbab, dan terutama baju saya beli online. Pilihan banyak, harga pun lebih murah. Apalagi belakangan  persaingan e-commerce fashion semakin ketat. Kalau sudah begitu, berarti promo-promo dan voucher diskon semakin banyak bertebaran.

Bulan April lalu, alhamdulillah saya positif hamil. Dan sekarang sudah mau masuk 36 minggu.  Selain persiapan fisik dan mental, tentu harus pula bersiap-siap peralatan perang buat si Laut. 

Awalnya sih kepikiran belanja di toko bayi paling nge-hits di kota ini. Namun biarpun paling nge-hits, sewaktu kunjungan pertama, saya agak kecewa.  Pasalnya, harga barang-barangnya berbeda dan tentu saja lebih mahal dari survey harga di internet. Wajar sih, karena bagaimanapun harus diperhitungkan juga biaya distribusi dari Pulau Jawa.

Sebagai emak-emak cerdas (dan perhitungan), setelah mengkalkulasikan lebih lanjut, saya akhirnya memutuskan untuk belanja online.

Pertama, karena barang yang saya butuhkan cukup banyak. Saya hanya butuh sekali belnaja online di e-cpmmerce nge-hits. Barang-barangnya lengkap, pun variasi motif lebih beragam. Kedua, gak perlu capek-capek lagi ke sana kemari. Hamil membuat saya mager alias malas gerak. Cukup duduk manis di depan laptop.  Ketiga, tentu lebih hemat, apalagi memanfaatkan promo, diskon, penukaran  poin provider tertentu, dan sebagainya.

Sebagai emak-emak yang cerdas (dan perhitungan), dan malas gerak, tentu saja saya memilih pembayaran yang gak perlu repot-repot  ke ATM untuk transfer. Secara garis besar sih ada dua opsi. Pakai kartu kredit atau pakai kartu debit. Masalahnya, kalau pengen kontrolnya leboh bagus dan gak lupa diri, jangan keseringan menggunakan kartu kredit. Opsi lain, menggunakan kartu debit. Nah kalau yang ini lebih terkontrol, karena uang akan langsung terdebit dari tabungan.  Selama ini sih untuk kemudahan transaksi saya kerap menggunakan internet banking atau SMS Banking.

Baru tahu, padahal transaksi model ini sudah lama berlangsung, ada cara bertransaksi menggunakan kartu debit dengan lebih aman. Namanya Kartu Debit Online. Awalnya, saya agak terkecoh. Saya pikir layanan ini  sama dengan internet banking dan SMS banking. Eh ternyata, menggunakan layanan kartu debit online bisa dikatakan lebih ama. Pengguna gak perlu masuk ke akun internet bankingnya. Atau kalau gak punya akun internet banking pun sebenarnya gak apa-apa. Yang perlu di aktivasi hanya layanan SMS banking atau pendaftaran nomor telepon selular nasabah.

Saya sendiri sudah lama menggunakan BNI SMS Banking. Dua hal pokok transasksi untuk SMS Banking adalah transfer uang, cek saldo, dan isi ulang pulsa. Kebetulan, saya ada usaha sampingan jual beli tiket. Nah sebagai agen tiket, saya gak deposit uang. Kalau ada transaksi baru saya transfer uang ke agen travel saya. Kalau pesanan tiket lagi banyak, sehari bisa transfer berkali-kali.  Thanks God layanan BNI SMS Banking ini sangat membantu.

Nah belakangan, transaksi Kartu Debit Online ini memang lagi nge-hits. Malah sering merchant-merchant online memberikan promo atau diskon khusus transaksi Debit Online, yang tentu saja tidak boleh dilewatkan.  Again, sebagai emak-emak harus cerdas (dan perhitungan).

Cara kerja Debit Online ini hampir mirip dengan Kartu Kredit. Setelah berbelanja online, dan akan mengkonfirmasi pembayaran, untuk transaksi BNI Debit Online (BDO) pilih fitur pembayaran menggunakan Mastercard.  Setelah mengetahui jumlah total yang harus saya bayar, maka saya cukup mengetik REQ VCN (nominal). Misalnya total belanjaan dan ongkos kirim sejumlah 105.000 IDR, cukup ketik REQ VCN 105.000 lalu kirim ke 3346 (BNI SMS Banking). Setelahnya akan ada konfirmasi perintah memasukkan PIN.  Cara kerja ini persis sama dengan transaksi SMS banking.

Lalu saya akan mendapatkan VCN (Virtual Card Number) sejumlah 16 digit, disertai valid thru (bulan/tahun), serta 3 digit nomor CVC. Data ini persis dengan data yang harus dimasukkan saat Kawan menggunakan Kartu Kredit. Bedanya VCN hanya berlaku satu jam. Sehingga transaksi lebih aman.  Dan tentu saja memudahkan Kawan yang gak punya kartu kredit, namun ingin bertansaksi via Mastercard.

pengisian visual card number untuk transaksi BNI Debit online
Cara pengisian VCN untuk transaksi BNI Debit Online

Oh ya, jangan khawatir, ketika VCN dikirimkan ke ponsel, pembayaran tentu saja belum terdebit. Pembayaran hanya akan terdebit di tabungan ketika VCN sudah dimasukkan ke pembayaran E-Commerce eyang dimaksud, dan transaksi dinyatakan sukses. 

Jadi, mari jadi emak-emak cerdas (dan perhitungan) dengan berbelanja online :D

*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blogging BNI Debit Online

5 komentar:

Gustyanita Pratiwi mengatakan...

Dengan adanya aplikasi ini, belaja onlibe jadi ga perlu repot ke atm gitu y mb

R. Melati mengatakan...

Iya mbak, kira2 begitu :)

Murtiyarini, Arin mengatakan...

Selamat atas kemenangan di lomba blog BNI debit online ^_^

Murtiyarini, Arin mengatakan...

Selamat atas kemenangan di lomba blog BNI debit online ^_^

R Melati mengatakan...

Iya. Alhamdulillah. Makasiih mbak Arin :)