Minggu, 30 Agustus 2015

Where will you stay?* #24


“ There must be, uncomfort feeling, awkward moment when you wake up in the morning, on different bed, as usual. Feel different smell of the air that you take.”
But  I always miss that feeling, sometimes trying to repeat once, and once more

Homestay Kia Yazo, di Gili Trawangan, Lombok.

Gili Trawangan sudah semakin ramai. Namun tetap saja magnet untuk datang ke sana tak berhenti. Homestay yang terletak tepat di jalan besar harganya semakin melejit, padahal bangunan yang ada terkesan kumuh.

Homestay Kia Yazo , Gili Trawangan, Lombok

Maka saya memilih homestay yang letaknya agak menjorok ke dalam. Homestay ini semata-mata saya pilih berdasarkan ratingyang diberikan pengunjung di sebuah situs pemesanan online. Dengan harga murah beserta bangunan bersih dan nyaman.

Sebenarnya dari pantai, letak homestay ini tak begitu jauh mblusuk ke belakang. Namun dari Pelabuhan dan Pasar Seni, bisa bikin kaki kram kalau harus bolak balik jalan kaki. Kalau kawan bawa barang banyak, terutama berupa koper, saya sarankan saat kedatangan awal sebaiknya naik cidomo saja dari pelabuhan ke homestay ini.

Ada pilihan berkendara hemat dan menyenangkan selama di Gili Trawangan, yakni menyewa sepeda. Namun berhubung lagi hamidun, tentu hal ini tak bisa saya lakukan.


Homestay Kia Yazo, Gili Trawangan, Lombok

Kamar Mandi- Homestay Kia Yazo, Gili Trawangan, Lombok
Homestay Kia Yazo, Gili Trawangan, Lombok


Hotel Elia Bandara, di Benda, Tangerang.

Bagi kawan yang datang ke Soetta dan punya hajat untuk penerbangan lanjutan keesokannya, tentu perlu tempat menginap, semacam hotel transit. Kalau tak di akomodasi oleh penerbangan yang bersangkutan, saya sendiri memilih untuk mencari penginapan dengan harga semurah-murahnya. Yah namanya juga (kere) cuma transit, tidur pun seringkali gak sampai 8 jam.

Ada banyak hotel kelas melati di daerah Benda, Tangerang. Namun tak banyak referensi online yang bisa saya peroleh. Hotel Elia Bandara ini hanya saya temukan nomor telponnya (tanpa tahu hotelnya seperti apa), dan memesan langsung lewat sambungan telepon.

Tentu tak banyak yang bisa saya harapkan dari hotel murah kelas melati. Yang menjadi plus adalah hotel ini menyediakan antar-jemput gratis ke bandara kapanpun dan jam berapapun.  Satu lagi, letaknya persis di jalan raya benda. Pernah waktu itu saya menginap di hotel yang letaknya lebih mblusuk, susah kalaun mau cari makan di malam hari.

Saya kebagian kamar tingkat tiga, dimana lift hotel ini rusak. Sebuah pengalaman mengerikan harus mengangkut barang sembari naik turun tangga.  Hanya kamar tersebut yang tersisa. Kamar-kamar lain sudah dipenuhi jamaah umroh yang sedang transit. Miris membayangkan jamaah tua harus mengangkut-ngangkut barang ke lantai atas tanpa bantuan lift.


Sarapan pagi pun hanya beberapa tangkup roti tawar  disertai beberapa jenis selail dan teh hangat. Another failed, mengingat rate hotelnya juga gak murah-murah amat.

 Dan yang paling mengecewakan, saat mengantar ke bandara, driver hotel ini meminta uang sejumlah tertentu untuk parkir. Padahal jelas-jelas hanya drop out penumpang di bandara.


*review ini sebatas yang penulis alami. Tentu saja berisi penilaian subjektif penulis.

1 komentar:

mitra sehat mengatakan...

Penginapan Kia yazo per malam berapa gan rate nya ?
mau rencana ke sana cuma blm tau mau nginap ke mana hehehe .

mohon info nya , makasih gan

Depot isi ulang mineral