Minggu, 12 April 2015

Bakso Yen Selo-so’ Tutup


Belakangan, hampir semenjak 6 bulan yang lalu, saya jadi suka banget makan bakso. Sampai-sampai, makanan yang terpikir di otak saya ketika tidak ingin makan nasi, hanya bakso.

Padahal dulu saya bukan penggemar bakso. Bukan penyuka bakso. Dan jarang sekali makan bakso. Bakso dan sate, dua makanan non-nasi yang hampir tidak pernah singgah di otak saya untuk membelinya. Sate masih jarang singgah di kepala saya. Tapi tidak dengan bakso. Tiap hari cuma itu yang saya inginkan. Saya pun tidak sedang ngidam. Jadi misteri kenapa saya tiba-tiba suka bakso sampai saat ini belum terpecahkan.

 Lalu,  tadi malam saya tiba-tiba teringat satu warung bakso legendaris di daerah Kotagede, Yogyakarta. Warung Sido Semi namanya. Warung ini tidak terlalu ramai, tapi selalu ramai. Selain menjual bakso, warung sido semi juga menjual es campur yang tak kalah enak.

bakso legendaris kotagede yogyakarta
Warung Bakso Legendaris

Kalau saya bilang, warung jadul ini punya kekhasan, yakni ke-jadul-annya itu sendiri. Barangkali warung ini telah berdiri semenjak pengejaan bahasa Indonesia belum disempurnakan. Kalau saya perhatikan, warung itu kini dikelola generasi selanjutnya secara turun temurun. Yang mana, pengelolaannya pun terkesan santai. Kondisi warung yang tetap dipertahankan, serta ada hari tertentu, yakni tiap selasa warung ini tutup. Bahkan saya pernah jauh-jauh ke Kotagede bukan pada hari selasa, dan  mendapati warung ini tutup. Bisa jadi, tiap hari selasa atau tiap ada selo (santai), warung ini tutup.
kuliner bakso legendaris kotagede yogyakarta
Tagline warung bakso: Yen Selo-So' Tutup
kuliner bakso legendaris kotagede yogyakarta
(barangkali) telah berdiri sejak ejaan bahasa indonesia belum disempurnakan

 Terletak tepat di samping pintu masuk Makam Raja Mataram di Kotagede, bentuk warung yang sederhanan ini memang tak terlalu mencolok. Tapi mengingat rasa baksonya, membuat saya seketika ingin terbang ke Yogyakarta. Tekstur baksonya tidak padat, tidak seperti kebanyakan bakso tersohor yang terasa benar konsentrat daging sapinya. Bakso Warung Sido Semi ini cenderung kenyal, lembut, dan ringan. Membuat tidak eneg, namun tetap terasa gurih. Sayang saya tak punya dokumentasi foto baksonya.

bakso sido semi bakso legendaris kotagede yogyakarta
Warung Sido Semi MBok Mul- Kotagede, Yogyakarta



Begitupun pada es campurnya. Sederhana, porsinya pas, tidak bikin eneg. Saya tidak bisa menebak merek sirup apa yang mereka tambahkan pada es campurnya, yang jelas rasa sirup ini tidak terlalu manis.  Membuat es campur Warung Sido Semi ini sangat menyegarkan. Perpaduan yang pas disantap bersama bakso.

es campur bakso legendaris kotagede yogyakarta
Es Campur Warung Sido Semi

Jadi, kalau kawan sedang jalan-jalan di Kotagede, sempatkan mampir ke warung ini. Pasti bikih nagih (saya bukan endorser berbayar loh). Warung ini memang patut direkomendasikan kok :)

2 komentar:

OYEE-IHIIIR mengatakan...

Sudah tutup sejak 2014....Nggak tau kenapa, padahal ngetop bertahun-tahun lho. Eh, tapi riwayatnya berlanjut lho, itu Mbake meneruskan jualan bakso+ es kacang ijo di sebelah Masjid Perak/ belakang SMA Muhammadiyah 4 Kotagede. Cekidot....

R. Melati mengatakan...

Huaah, kok tutup yaak. padahal kan legendaris banget.

iya, nanti coba makan di sana lagi kalau mampir ke Jogja.
thanks infonya :)