Rabu, 04 Maret 2015

Where will you stay?* #21

“ There must be, uncomfort feeling, awkward moment when you wake up in the morning, on different bed, as usual. Feel different smell of the air that you take.”

But  I always miss that feeling, sometimes trying to repeat once, and once more

Hotel Amaris di Samarinda, Kalimantan Timur

                Tempat boleh berbeda. Hotel sama, tentu saja interior nya persis  sama. Sebelumnya saya pernah menginap di Hotel Amaris Surabaya.  Sehingga begitu masuk kamar, saya merasa déjà vu.  

Saya jadi membayangkan orang  yang, mungkin karena pekerjaan atau tugas, harus menginap di kota-kota berbeda, namun di hotel yang sama. Pagi hari pasti akan merasa disorientasi tempat. Pasti.

Hotel Amaris merupakan budget hotel yang dikelola oleh Santika Hotel (Kompas Group). Terus terang bukan favorit saya diantara beberapa pilihan budget hotel.  Karena interior yang sangat plain, kamar yang relatif lebih sempit, termasuk ukuran ranjang yang juga lebih sempit, mengikuti ukuran kamar.

Namun di Samarinda, saya tak punya pilihan banyak. Hotel Amaris satu-satunya hotel kategori budget yang dikelola oleh well-known management. Buat Kawan yang memang tak ingin mengambil risiko menginap di hotel lokal, namun budget pun tak memadai untuk menginap di hotel mewah, well-known budget hotel  semacam Amaris, Fave, Swiss Bell-Inn, Pop, Ibis, dsb memang bisa dijadikan jaminan.  Terutama soal kebersihan kamar dan kelincahan staf hotel.

Yang jadi nilai plus, Hotel Amaris Samarinda ini berada di lokasi strategis dan memiliki parkir luas. Makan pagi, meski tak banyak varian, namun rasanya  cukup menggugah lidah.

kamar hotel amaris samarinda
Kamar, Hotel Amaris Samarinda

menginap di hotel amaris samarinda
Kamar, Hotel Amaris Samarinda

Hotel Fave, di Balikpapan, Kalimantan Timur

Hotel Fave masih terhitung hotel baru di Balikpapan. Untungnya menginap di hotel dengan bangunan baru:  furniture terutama bagian dalam kamar dan kamar mandi masih oke banget.

Sebelumnya saya pernah menginap di Hotel Fave Surabaya. Wallpaper kamar saya dapati berbeda, meski interior tetap didominasi warna pink.  Luas kamar, meski sama-sama menyewa kamar standard, saya dapati kamar Hotel Fave Balikpapan lebih luas. Namun begitu, Hotel Fave di Surabaya menambahkan kaca tembus pandang pada dinding toiletnya. Saya rasa hal tersebut untuk mengakali agar kamar terasa lebih luas.
kamar fave hotal balikpapan
Kamar- Fave Hotel Balikpapan


Yang agak kurang menyenangkan, meski berada di jalan protokol MT. Haryono, namun letak hotel ini agak menjorok ke dalam. Terlebih, jalan menjorok ini memiliki kontur yang dibuat menanjak. Sungguh tak enak bagi pengunjung yang datang dengan kendaraan umum. Seperti saya yang dari bandara menuju hotel menggunakan angkot, stop di jalan protocol, lalu jalan kaki ke hotel.  Untungnya saya hanya membawa satu ransel.  Bagi kawan yang membawa koper besar atau banyak barang bawaan, sebaiknya siapkan tenaga ekstra, atau uang ekstra untuk naik taksi.

lobi fave hotal balikpapan
Lobi- Fave Hotel Balikpapan

menginap di fave hotal balikpapan
Lobi- Fave Hotel Balikpapan


Bau harum menyeruak begitu masuk ke lobi hotel. Bau harum ini terus mengikuti saya hingga ke lorong antar kamar dan kamar hotel. Staf hotel cekatan dan ramah. Yang paling menyenangkan: dari kamar hotel saya bisa melihat laut.

Tak ada yang istimewa di menu makan pagi: nasi, bubur ayam, bubur kacang, buah, dan roti-rotian. Hari itu menu nasinya diisi dengan nasi kuning, yang sayangnya rasanya kurang enak di lidah saya.

review fave hotal balikpapan
View dari kamar hotel- Fave Hotel Balikpapan

breakfast fave hotal balikpapan
Lime Restoran- Fave Hotel Balikpapan

Meski belum mandi, tapi tetap kece:p


*review ini sebatas yang penulis alami. Tentu saja berisi penilaian subjektif penulis.


3 komentar:

Velysia Zhang mengatakan...

Kayaknya nyaman banget tuh, jadi pengen langsung tiduran haha.

www.littlenomadid.blogspot.com

Asti Ichi mengatakan...

Duh yg hobby check in ;)

R. Melati mengatakan...

Iya donk cuy,

asiik sih :D