Kamis, 30 Oktober 2014

Where will you stay?* #17



“ There must be, uncomfort feeling, awkward moment when you wake up in the morning, on different bed, as usual. Feel different smell of the air that you take.”

But  I always miss that feeling, sometimes trying to repeat once, and once more

Aerotel Tastura Hotel di Kuta, Lombok

Sebuah hotel tua dengan halaman maha luas. Agak ‘wagu’,  hotel ini bukan resort, tapi juga kurang pantas disebut hotel.  Bangunannya mirip cottage. Saya menduga, barangkali dulu hotel ini pernah menjadi primadona. Akibat letaknya yang persis di Jalan Raya Pantai Kuta. Hanya tinggal menyeberang jalan untuk sampai ke Pantai Kuta. 

Halaman yang maha luas- Aerotel Tastura Hotel

Namun kini cat di kamar dan kamar mandi banyak yang mengelupas,  wastafel berkarat, serta bau apek yang tercium di sekeliling ruangan. Menandakan betapa kuno hotel ini.  Kondisi kamar berkebalikan dengan halaman luas yang indah serta penampakan hotel ini dari luar. Sehingga saya kehilangan minat untuk memotret kamar dan kamar mandi. Mungkin sekarang hotel ini kalah saing dengan homestay, resort, dan hotel-hotel yang baru  bermunculan di kawasann ini.

Bangunan kamar yang saling terpisah- Aerotel Tastura Hotel

Saya datang tanpa mem-book terlebih dahulu. Publish rate untuk kamar standard 550 K/malam. Dan lalu  staf hotel menawarkan bahwa hari itu ada diskon, rate nya 450 K/malam. Saya terbiasa memesan hotel via situs online, seringnya saya memperoleh harga lebih murah. Benar saja, dalam sebuah situs online pemesanan hotel, rate Aerotel Tastura Hotel 330 K/malam. Ketika saya konfirmasi, staf hotel malah berkilah bahwa untuk hari itu pemesan via online sudah tidak bisa dilakukan. Tentu saja saya tak percaya. Saya ngotot memesan secara online.  Agak lama, karena kecepatan internetnya gak stabil. Sampai seorang staf hotel menawarkan harga 370 K/malam, itulah publish rate mereka jika memesan lewat situs pemesanan online.

Suasana hotel cukup tenang. Terus terang saya lebih menyukai daerah Pantai Kuta Lombok, setelah sebelumnya saya menginap di Gili Trawangan yang sangat hippies dan meriah.  

Terdapat kolam renang kecil di halaman yang maha luas.  Tak ada sambungan tv kabel, sehingga saya hanya menonton siaran langsung pernikaha Raffi Achmad di saluran tv lokal. Kamar mandi yang terbuka atapnya. Jika mandi di malam hari, hati-hati bisa diintip bintang-gemintang.  Staf hotel yang ramah serta wifi yang hanya ada di lobi nun jauh dari kamar.

Kolam renang- Aerotel Tastura Hotel


Hotel Boutique Zia di Batam

Tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, saya masih bingung mau menginap dimana. Masih dengan mengandalkan situs pemesanan hotel online, saya mem-book hotel ini. Agak tergesa-gesa dan hanya mengandalkan review dan jumlah bintang dari pengunjung. Hotel ini masuk kategori yang banyak direkomendasikan dengan nilai baik.

Lobi- Zia Boutique Hotel
Untuk membandingkan, pertama-tama saya langsung menelpon ke hotel. Staf hotel menjawab rate-nya sekitar 450an. Tentu saja kemudian saya memilih memesan online. Di Agoda, rate hotel ini 290 K/malam yang ternyata setelah ditambah tax dsb, menjadi 350 k/malam. Itulah gak enaknya memesan hotel di www.agoda.co.id, publish rate awal dan harga akhir yang dibayar berbeda. Tetapi ada juga situs pemesanan online dimana harga harga awal sudah termasuk pajak, sehingga jumlah yang dibayar akan tetap sama.

Lobi- Zia Boutique Hotel


Kamar- Zia Boutique Hotel
Dari bangunan, dapat ditebak bahwa hotel ini baru berdiri.  Semua furniture masih baru dan keliatan trendi. Lorong antar kamar, kamar, serta lobi selalu tercium harum, amenities lengkap, kamar luas, dan staf yang  ramah. Namun akibat ketergesaan saat memesan, ternyata saya hanya memesan kamar tanpa sarapan pagi. Satu lagi, saya pun tidak mengecek detail lokasi. Meskipun terletak masih di daerah Nagoya, namun untuk menjangkau pusat perbelanjaan seperti Nagoya Hills atau Batam Center, harus berkendara sekitar 10 sampai 15 menit.

Bangunan- Zia Boutique Hotel
Tak ketinggalan untuk berpose di lobi hotel :p


*review ini sebatas yang penulis alami. Tentu saja berisi penilaian subjektif penulis.



2 komentar:

Armae mengatakan...

Sampai saat ini menurut saya masih belum ada yang bisa menyaingi keindahan pantai Kuta di Lombok. Yang saya maksud bukan Kuta aja ya tentunya, tapi sederetan pantai di selatan Lombok itu. Luar biasa emang.

Ciyeee ciyeee,. fotonya udah gak sendirian lagi nih yee.. :D

R. Melati mengatakan...

Huaaah benarkah Maee? aku blm pernah liat pantai2 yg di NTT dan Flores, katanya bagus-bagus juga.

Hahai...iya donk, jalannya dah gak sendirian lagi :P