Jumat, 31 Oktober 2014

Where will you stay?* #18


“ There must be, uncomfort feeling, awkward moment when you wake up in the morning, on different bed, as usual. Feel different smell of the air that you take.”
But  I always miss that feeling, sometimes trying to repeat once, and once more

Angel’s Cottage di Gili Trawangan, Lombok

Kembali mengunjungi ke Gili Trawangan, kali ini dalam rangka bulan madu.  Tahun 2011 lalu, saya mencari penginapan setelah sampai di Gili Trawangan. Akan banyak pemuda yang mendekati turis-turis yang baru tiba dari kapal, lalu menawarkan penginapan.  Harga penginapan pun bisa ditawar.

Gerbang- Angel's Cottage
Namun, kali ini saya memesan penginapan sebelum tiba di Gili lewat situs pemesanan online. Mengingat beberapa kali pengalaman saya bahwa memesan online hampir selalu lebih murah ketimbang memesan langsung di penginapan. Ternyata pengalaman tak selamanya sama. Gili Trawangan bisa jadi sebuah pengecualian.

Dari foto-foto Angel’s Cottage di internet, saya tergoda dengan kasur yang dilengkapi kelambu. Menginap di kawasan pantai, nyamuk bisa jadi pengganggu yang sangat mengganggu tidur.

Tempat tidur berkelambu- Angel's Cottage

Kamar mandi- Angel's Cottage
Angel's cottage- Gili Trawangan, Lombok

Saya memesan sehari sebelum tiba di Lombok, dengan rate 400 K/ malam, Angels cottage termasuk mahal untuk kawasan Gili Trawangan. Kesalahan pertama saya termakan review dan penilaian bagus Angel’s Cottage di situs tersebut. Kesalahan kedua, saya tak memeriksa detail lokasi Angel’s Cottage. Memang tidak ada keterangan alamat lengkap cottage ini.  Masih terbilang baru di dirikan, tak semua penduduk lokal tahu letak Angel’s Cottage. Saya harus menanyai beberapa orang, hingga sampai pada pemuda yang mengenal cottage ini. Saya diarahkan pada sebuah gang. Di pintu gang, baru tertera plang nama Angels cottage sekaligus penunjuk arah. Rupanya lokasi cottage ini cukup menjorok ke dalam. Saya masih harus berjalan beberapa ratus meter dari Mesjid Besar Gili Trawangan. Tahun 2011, saya juga menginap di penginapan dekat mesjid. Dulu hanya 100 K/malam. Kini ketika saya check secara online, penginapan tersebut rate nya sekitar 450 K/malam.

Kembali ke lokasi Angel’s cottage yang cukup menjorok ke dalam, sangat tidak disarankan kalau kawan membawa barang cukup banyak. Saat ingin pulang, saya memilih naik Cidomo menuju tempat penyeberangan dengan ongkos yang lebih mahal dari taksi, 50 K untuk sekali jalan.

Kamis, 30 Oktober 2014

Where will you stay?* #17



“ There must be, uncomfort feeling, awkward moment when you wake up in the morning, on different bed, as usual. Feel different smell of the air that you take.”

But  I always miss that feeling, sometimes trying to repeat once, and once more

Aerotel Tastura Hotel di Kuta, Lombok

Sebuah hotel tua dengan halaman maha luas. Agak ‘wagu’,  hotel ini bukan resort, tapi juga kurang pantas disebut hotel.  Bangunannya mirip cottage. Saya menduga, barangkali dulu hotel ini pernah menjadi primadona. Akibat letaknya yang persis di Jalan Raya Pantai Kuta. Hanya tinggal menyeberang jalan untuk sampai ke Pantai Kuta. 

Halaman yang maha luas- Aerotel Tastura Hotel

Namun kini cat di kamar dan kamar mandi banyak yang mengelupas,  wastafel berkarat, serta bau apek yang tercium di sekeliling ruangan. Menandakan betapa kuno hotel ini.  Kondisi kamar berkebalikan dengan halaman luas yang indah serta penampakan hotel ini dari luar. Sehingga saya kehilangan minat untuk memotret kamar dan kamar mandi. Mungkin sekarang hotel ini kalah saing dengan homestay, resort, dan hotel-hotel yang baru  bermunculan di kawasann ini.

Bangunan kamar yang saling terpisah- Aerotel Tastura Hotel

Saya datang tanpa mem-book terlebih dahulu. Publish rate untuk kamar standard 550 K/malam. Dan lalu  staf hotel menawarkan bahwa hari itu ada diskon, rate nya 450 K/malam. Saya terbiasa memesan hotel via situs online, seringnya saya memperoleh harga lebih murah. Benar saja, dalam sebuah situs online pemesanan hotel, rate Aerotel Tastura Hotel 330 K/malam. Ketika saya konfirmasi, staf hotel malah berkilah bahwa untuk hari itu pemesan via online sudah tidak bisa dilakukan. Tentu saja saya tak percaya. Saya ngotot memesan secara online.  Agak lama, karena kecepatan internetnya gak stabil. Sampai seorang staf hotel menawarkan harga 370 K/malam, itulah publish rate mereka jika memesan lewat situs pemesanan online.

Suasana hotel cukup tenang. Terus terang saya lebih menyukai daerah Pantai Kuta Lombok, setelah sebelumnya saya menginap di Gili Trawangan yang sangat hippies dan meriah.  

Terdapat kolam renang kecil di halaman yang maha luas.  Tak ada sambungan tv kabel, sehingga saya hanya menonton siaran langsung pernikaha Raffi Achmad di saluran tv lokal. Kamar mandi yang terbuka atapnya. Jika mandi di malam hari, hati-hati bisa diintip bintang-gemintang.  Staf hotel yang ramah serta wifi yang hanya ada di lobi nun jauh dari kamar.

Kolam renang- Aerotel Tastura Hotel


Hotel Boutique Zia di Batam

Tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, saya masih bingung mau menginap dimana. Masih dengan mengandalkan situs pemesanan hotel online, saya mem-book hotel ini. Agak tergesa-gesa dan hanya mengandalkan review dan jumlah bintang dari pengunjung. Hotel ini masuk kategori yang banyak direkomendasikan dengan nilai baik.

Lobi- Zia Boutique Hotel
Untuk membandingkan, pertama-tama saya langsung menelpon ke hotel. Staf hotel menjawab rate-nya sekitar 450an. Tentu saja kemudian saya memilih memesan online. Di Agoda, rate hotel ini 290 K/malam yang ternyata setelah ditambah tax dsb, menjadi 350 k/malam. Itulah gak enaknya memesan hotel di www.agoda.co.id, publish rate awal dan harga akhir yang dibayar berbeda. Tetapi ada juga situs pemesanan online dimana harga harga awal sudah termasuk pajak, sehingga jumlah yang dibayar akan tetap sama.

Lobi- Zia Boutique Hotel