Rabu, 20 Agustus 2014

Where will you stay?* #14

“ There must be, uncomfort feeling, awkward moment when you wake up in the morning, on different bed, as usual. Feel different smell of the air that you take.”
But  I always miss that feeling, sometimes trying to repeat once, and once more.

Hotel Axana, Padang, Sumatera Barat.

Dengan melihat review, hotel ini masuk kategori bintang 4. Interior kamarnya bagus, rooftop pool- nya oke, bangunan hotel pun bagus dan masih baru. Hotel ini dibangun setelah hotel sebelumnya, yakni Hotel Ambacang runtuh akibat Gempa.  Banyak korban tewas kala itu. Seorang kawan sempat menakut-nakuti perihal sejarah buruk hotel sebelumnya.

Tapi siapa peduli. Hotel ini menawarkan promo yang menggiurkan di musim libur. Pengunjung pun hotel sangat ramai.

menginap di hotel axana padang sumatra barat
Kamar - Hotel Axana

Mungkin karena memang masih tergolong  hotel lokal, jadi walaupun berbintang, menurut saya pelayanannya tidak bisa disamaratakan dengan jaringan hotel lain yang sudah mendunia. Yang paling perlu dikomplain adalah staf nya. Gak cekatan dan gak well-trained.  

Di Kamar yang kedap, bahkan  hampir gak ada sinyal, saya memerlukan wifi untuk jaringan data. Pertama kali menelpon, saya diberikan ID dan password oleh resepsionis. Karena jaringan data nya tak juga tersambung, maka saya telpon lagi. Kali yang kedua ini,  resepsionisnya bilang kalau memang wifi nya sedang ada gangguan.  Hello? kenapa gak bilang dari awal?. Saya tanya sampai kapan kira-kira gangguannya. “Belum tahu, bu”, jawab resepsionisnya santai. Dan sampai saya check-out, wifi nya tetap gak bisa digunakan. Sungguh tidak recommended kalau untuk business trip.

Hal kedua yang agak janggal: kartu sensor pintu kamar. Lazimnya diberikan dua kartu. Namun saya hanya diberi satu. Ketika saya minta kartu tambahan, gak dikasih. Padahal saya menginap di kamar tipe family room.  Tentunya merepotkan jika tak menginap sendirian dan masing-masing punya jadwal yang berbeda. Mengingat akses lift dan kelistrikan kamar memerlukan kartu sensor.

Bisa jadi staff hotelnya  mengalami kerepotan luar biasa karena peak season. Sehingga tak mengecek kelengkapan toiletries.  Ketika check in,  tak ada handuk. Sehingga saya lagi-lagi terpaksa menelpon resepsionis. Ketidaklengkapan juga terjadi pada mini bar, dan ini yang merepotkan saya saat check out. Gak hanya terjadi pada saya, tapi beberapa pengunjung hotel yang check out bersamaan dengan saya, juga mengeluhkan hal sama. Bedanya, mereka nerimo.  Sedangkan saya ngotot. Ya karena emang  saya gak mengkonsumsi mini bar. Hasil dari ngotot-ngotot ini, proses check out berlangsung hampir satu jam. Dan sampai deposit saya dikembalikan, tak ada senyum bahkan permintaan maaf dari resepsionisnya.

Menurut saya, hal-hal sepele begini  harusnya gak terjadi, apalagi untuk hotel yang mengklaim dirinya berkelas. Very bad impression(s).

rooftop kolam renang hotel axana padang sumatra barat
rooftop pool- Hotel Axana

 
kolam renang hotel axana padang sumatra barat
rooftop pool- Hotel Axana

Ibis Budget Hotel, Menteng, Jakarta Pusat.

     Tinggal di Jakarta, ngapapin nginap di budget hotel?. Iya, waktu itu cuma tidur menemani teman yang dinas ke Jakarta, dan menginap di hotel ini. Kamarnya so-so aja. Gak ada yang istimewa. View dari kamar juga gak bagus, karena hotel ini memang tidak bertingkat banyak. Terasa seperti tidur di ruko. Rate-nya hampir 450an, tanpa makan pagi. Agak mahal, mungkin karena menjual lokasi yang strategis. Karena terletak tepat di samping Taman Menteng, hotel ini sangat mudah ditemukan.

Yang unik, hotel ini menggunakan escalator.  Lucu juga, karena jarang-Jarang hotel menggunakan escalator.


*review ini sebatas yang penulis alami. Tentu saja berisi penilaian subjektif penulis. 

Tidak ada komentar: