Kamis, 19 Juni 2014

Where will you stay?* #12


“ There must be, uncomfort feeling, awkward moment when you wake up in the morning, on different bed, as usual. Feel different smell of the air that you take.”
But  I always miss that feeling, sometimes trying to repeat once, and once more


FM7 Resort Hotel , Bandara Soekarno-Hatta,  Tangerang.

Kala itu pesawat saya yang seharusnya berangkat jam 6 pagi ternyata di cancel, dan direschedule menjadi jam 11 siang. Subuh-subuh ke bandara, dan malah tak jadi terbang, tentu saja membuat kepala panas. Bersama beberapa penumpang lain yang juga naik darah, lebih-lebih para penumpang dengan urusan bisnis, riuhlah ruang customer  service pagi itu.
         Untungya maskapa plat merah ini termasuk kategori  bertanggung jawab. Akhirnya saya dan beberapa penumpang lainnya diangkut denga shuttle bus hotel.  Melewati jalan kecil di daerah Dadap, tak jauh dari keluar tol  Bandara Soetta.
        Letaknya yang sangat dekat memfungsikan hotel ini sebagai hotel transit.  Tarifnya pun tak harus dibayar dua puluh empat jam. Bisa per 4 jam, per 8 jam, atau per 12 jam. Tergantung keperluan.
Luas kamar yang berlebihan dalam pengamatan saya. Apalagi kalau hanya dipergunakan sebagai tempat transit. Atau bisa jadi karena saya kebiasaan menginap di budget hotel yang memang ukuran kamarnya mini-mini?

FM7 Hotel, Soetta

Mengandalkan tagline “Leisue next to the airport”, hotel ini menyediakan sarana entertain yang cukup.lengkap.  Ada kolam renang air dingin dan panas yang luas, fitness center, sport bar, karaoke, dan spa. Itu sih info dari web nya. Kala itu saya hanya numpang tidur dan makan pagi.

Menu sarapan pagi tak banyak variasi. Tapi lumayan enak. Mungkin karena hotel transit, yang bekeperluan umumnya karena harus menginap malam, dan berangkat lagi di penerbangan pagi.

Satu hal yang mengesankan. Staf nya super ramah. Standar hotel mengharuskan semua staff harus mengucapkan salam tiap berpapasan denga tamu. So far, saya baru mengalami dua atau tiga hotel dengan standard pelayanan seperti ini.   Ya wajar saja, karena frekuensi menginap di hotel berbintang juga jarang sangat.  Dan mengingat hotel ini cukup crowded, tak terbayangkan capeknya mengucapkan salam dan menebarkan senyum. Lah..wong saya yang menjawab salam saja capek.

FM7 Hotel, Soetta

FM7 Hotel, Soetta


Hotel Amaris, Embong Malang, Surabaya

                Lagi-lagi dalam rangka tugas kantor. Kali ini saya numpang tidur di Hotel Amaris yang terletak di kawasan Embong Malang, Surabaya. The main advantage, tentu saja lokasinya.  Bangunan hotel nya sederet dengan hotel JW Marriott, dan berseberangan dengan hotel 88 dan Rawon Setan Surabaya. Letaknya di pusat kota. Bisa jalan kaki ke Tunjungan Plaza. Malam hari, cukup mudah mencari makan di sekitar hotel.  Cocok kalau kawan bepergian sendirian. Seperti saya yang sering luntang lantung tak berteman.

         Ada  tipikal budget hotel yang meskipun sangat efisien, tapi tetap mengandalkan desain yang menawan. Nah kalau Amaris ini menurut saya sangat plain. Santika Group doesn’t work well. Tak ada yang istimewa. Pun dengan menu sarapan pagi. Tipikal super budget hotel dengan rate 400 ribuan.
Dan satu hal yang saya agak sebel, seorang staf resepsionis di lobi, yang melayani saat saya check in . Mas-mas berperawakan tinggi denga kulit sawo matang, Ini mas-mas gak ada ramah-ramahnya sama sekali. Senyum enggak, ngomongnya ketus. Dari raut mukanya keliatan kelelahan. Mungkin mas nya belum mendapat jatah libur. Atau mungkin istrinya di rumah sedang senewen. Ya mungkin, pikir saya dalam hati. Dan esoknya, saya sial kembali, ketika check out masih si mas-mas yang melayani. Lagi-lagi dengan muka masamnya.

Amaris Hotel, Embong Surabaya, Malang


Amaris Hotel, Embong Surabaya, Malang


*review ini sebatas yang penulis alami. Tentu saja berisi penilaian subjektif penulis.




4 komentar:

Mila Said mengatakan...

selama ini aku nginep di budget hotel sih ramah2 aja, kbtlan aja mungkin mas nya wktu itu shift nya kebanyakan jd butuh liburan hahaha

R. Melati mengatakan...

Iya Mil, kecapekan kali si mas nya :P

Linda TY blog mengatakan...

Bikin buku Rik, tulisanmu enak dibaca

R. Melati mengatakan...

Someday Mbak, I will :)