Rabu, 15 Januari 2014

Sembuh (lagi)

Semakin banyak aku menulis tentang kamu, semakin banyak aku melupakan kamu.
Ya...menulis adalah satu-satunya cara untuk sembuh.

-------

H, aku akan mengingatmu, sebagai orang baik, seseorang yang pernah mengajarkanku beberapa butir kebaikan tentang hidup. Tak ada yang sia-sia di dunia ini. Pun tentang pertemuan kita. 


Qanaah: pesanmu kepadaku malam itu. Yang penting dalam hidup itu kita harus selalu memiliki sifat qanaah, selalu merasa cukup atas segala yang kita miliki, insyaAllah kita akan bahagia. 
Terima kasih H, telah mengingatkanku. 
Aku bahkan masih bisa membayangkan dengan jelas suara dan intonasi dirimu yang berbicara padaku. 

Hamdalah bi ni'mati Illah. 
Suatu perkataan yang engkau ucapkan padaku, suatu malam. 
Suatu pengakuan akan nikmat Allah, yang bahkan tidak bisa kita hitung. 
Kalimat ungkapan rasa syukur.
Aku akan selalu mengingat kalimat itu, H.

Iya, kau mengajarkan aku banyak hal. 
Kau mengajarkan arti makna berkecukupan dalam hidup. Mengajarkanku makna syukur sebenarnya. Sesuatu yang aku lewatkan dua tahun belakangan. Aku yang terseret arus ambisi dunia. 
Kau mengajarkan aku makna bahagia sesungguhnya.

Terima kasih, H
 Semoga engkau bahagian di sana, aku selalu berdoa 

Jakarta, Juli 2013




Tidak ada komentar: