Jumat, 13 Desember 2013

Suami Sempurna

Ada empat belas cerita pendek dalam buku Suami Sempurna karya almh. Nurul F. Huda ini. Kesemuanya berkisah mengenai permasalahan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Seorang buruh wanita di Batam yang bekerja banting tulang demi keluarganya di Pulau Jawa, yang dirampok oleh sindikat taksi gelap. Ada lagi buruh perempuan, masih dengan setting Batam, yang menjual diri lagi-lagi karena uang. Dilengkapi dengan bumbu cerita kehidupan pabrik dan mess tempat karyawan tinggal. Bagi saya, sungguh menyentuh. Membuat saya begitu bersyukur, ada banyak orang, ribuan bahkan jutaan orang berjuang untuk hidup. Saya sendiri gak pernah bekerja di industri atau pabrik obat. Tapi sempat merasakan PKL di pabrik yang terletak di kawasan industri. Buruh, kebanyakan wanita, ribuan jumlah, saya lihat setiap hari mondar mandir di kawasan industri. Di pabrik tempat saya PKL, proses pengemasan sekunder obat masih dilakukan manual. Tentu saja pekerjanya adala buruh perempuan.
Bunyi-bunyi mesin tiap harinya. Kondisi yang membuat manusia seolah robot. Salah satu hal yang membuat saya gak pernah terpikir sedikitpun untuk melamar kerja di pabrik obat sejak lulus kuliah. Untungnya saya masih punya pilihan.
Ada lagi cerita tentang kekerasan rumah tangga. Sebagaimana perempuan kebanyakan yang gampang memaafkan, begitulah banyak kekerasan rumah tangga terus berlangsung karena korban malu bersuara.
Lalu cerita sepasang suami istri.  Ari, suami Astri, layaknya sosok suami yang sempurna.  Pekerja keras dan aktivis di berbagai kegiatan sosial. Sosok suami nyaris sempurna. Nyatanya Ari sangat tidak kooperatif saat berada di rumah. Ia hanya ingin dilayani. Memiliki dua buah hati, semua pekerjaan mengurus anak dan pekerjaan rumah tangga Astri yang mengerjakan.
Nurul bercerita lancar, enak dibaca, dan dengan alur pas. Tidak terlalu cepat dan tidak bertele-tele.Rasanya sulit menemukan buku serupa ini kini. Tahun 2000an awal, buku semacam Suami Sempurna ini jumlahnya cukup berlimpah. Membaca karya Nurul, mengingatkan saya akan karya-karya penulis angkatan pertama Forum Lingkar Pena di tahun 2000an awal. . Afifah Afra, Pipi Senja, Helvy Tiana Rosa, Gola Gong, Asma Nadia, dsb. Kancah perbukuan ramai dengan cerita-cerita islami.  Ceritanya ada yang cukup realistis, namun kadang ada juga yang idealis nya agak kelewatan.
Tapi kalau dibandingkan buku-buku yang berjajar di Gramedia saat ini. Saya eneg dengan buku-buku travelling, baik fiksi ataupun non fiksi. Cerita-cerita metropop. Kebanyakan mengambil setting menengah ke atas dan kaum urban kota-kota besar.
Iya, saya kangen cerita kehidupan sehari-hari, tanpa embel-embel bekerja di perusahaan multinasional, menginap di resort A, jalan-jalan keluar negeri, punya apartemen B, mobil merek C, meeting di hotel D, sekolah di eropa, menjadi manager perusahaan E, menjadi relawan di LSM internasional, penulis sukses, copy writer, designer, atau mahasiswa perguruan tinggi F dengan kecerdasan di atas rata-rata. Kemewahan, intrik, perselingkuhan, masalah keluarga, kerja keras, lalu kesuksesan.
Dua ratus juta rakyat Indonesia, mungkin hanya 30 persen yang punya kehidupan dengan setting seperti itu. Ada banyak kelas menengah dan menengah ke bawah. Pegawai negeri bukan pejabat, guru di kota kecil, mahasiswa IPK pas-pasan, buruh pabrik, pegawai swasta yang gak ngopi dan gak tinggal di apartemen, anak sekolahan, pemulung, buruh pabrik, petani, tukang gorengan, kota kecil, desa, rapat kelurahan, dan pengusaha yang tidak terlalu sukses.

Ah saya sangat suka buku ini. Nurul F. Huda adalah salah satu wanita hebat. Semoga karya-karya yang ia tinggalkan dapat menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Aamiin. 

4 komentar:

helmi mengatakan...

Mantabb..
Jadi ingat film langit eropa yang ceritanya semacam "cuman" fokus di indahnya eropa. Padahal hanya orang beruntung yg ksana.
walaupun film itu buat memacu seh

lil-pink-bow mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Ratih mengatakan...

koq aku jadi pengen baco buku ini yoh ka.. aku pun nengok2 novel di gramed agak2 males sekarang...

R. Melati mengatakan...

Uiii tumben nih anak aksel bace blog aku.
Ratih. Agak payah nemukan bukunyo tih, marena aku dapat di pameran buku sih.