Selasa, 12 Maret 2013

Menemukan Bintang




Malam ini bulan bersinar dengan terangnya. Bintang terlihat lebih jelas. Saya jadi ingat, dulu sewaktu kecil, saya sering duduk-duduk di luar rumah, berpangku di pangkuan ayah. Lalu dengan senang hati, ayah biasanya akan mulai bercerita tentang bintang dan arah angin. Ayah bilang, ia bisa mengetahui arah angin dengan hanya melihat bintang dan tanpa bantuan kompas.
Kadang juga ayah sering bergumam, hanya dengan melihat bentuk gumpalan awan dan arah angin, ayah bisa tahu bahwa saat tersebut adalah saat terbaik baik bagi nelayan untuk ke laut. “Ikan-ikan sedang berada di permukaan, sehingga lebih mudah untuk menjaringnya”, jelas Ayah.
Tak heran dengan kemampuan navigasinya yang amat baik. Karena ayah pernah berprofesi sebagai nakhoda kapal barang. Ia kerap menjelajah Laut Cina Selatan. Pernah suatu kali, disebabkan badai sehingga kapal menjadi hilang arah. “Kau tau nak, tiba-tiba kapal sudah berada di Hongkong, padahal tujuannya cuma Malaysia”, lalu diikuti suara ayah terbahak.
Sayang kemampuan navigasi yang bagus dari ayah, tak satu pun diturunkan kepada keempat anak perempuannya. Beberapa waktu lalu saat week end, kakak-kakak saya berlibur ke Jakarta. Atas dasar navigasi yang jelek dari semua orang dewasa yang ada di dalam mobil, membuat kami harus keluar masuk tol berkali-kali. Berputar-putar di suatu daerah meski sudah dengan bantuan Google Maps, yang ternyata memiliki presisi pemetaan tak akurat.  Ah sedih….kami semua tumbuh menjadi manusia modern yang tak mengenal alam dengan baik.
Saya bahkan gak pernah lulus pelajaran ‘menemukan bintang utara’ dari ayah. Berkali-kali diajarkan, dan berkali-kali pula saya tak bisa membedakan. Sekarang saya sudah tak berambisi menguasai kemampuan mengenali bintang utara. Saya memilih menikmati perasaan damai saat memandangi bintang.
Yap...malam ini saya rindu ayah. Rindu sangat. Satu-satunya laki-laki yang kerap masih saya rindukan keberadaannya.



…..karena itu, saya tergila-gila pada senja, laut, dan bintang. #memoarAyah

2 komentar:

Bonit Notz mengatakan...

Hmmm..... :D

R. Melati mengatakan...

apa maksud dari Hmmm nya ini teh Bonit? ;)