Jumat, 12 Agustus 2011

Renungan Pagi


Hidup saya mendekati usia dua puluh-sekian, suatu usia yang bukan belasan lagi. Usia dewasa yang seharusnya membawa saya pada kedewasaan. Yang seharusnya membawa saya pada keimanan. Nyatanya saya masih anak-anak. Masih orang yang didominasi oleh naluri dan emosi. Masih orang yang imannya hanya dipengaruhi lingkungan eksternal. Saya masih begitu labil, dan bahkan tak tahu apa yang saya maui tentang dunia ini.

-Pondok Labu, tergesa-gesa akan ke kantor-

Minggu, 07 Agustus 2011

Mendadak Anyer


Bisa jadi jalan-jalan yang direncanakan sejak lama itu lebih riskan batal dibanding ide jalan-jalan yang tiba-tiba muncul dan terlaksana.
menyewa banana boat di pantaia anyer
Friends
            Di suatu week end di bulan Juli, saya dan beberapa teman, selanjutnya saya sebut sebagai kami, merencanakan liburan ke Green Canyon. Sebenarnya ini tujuan jalan-jalan yang sejak kuliah dulu sudah terbesit dalam benak saya.
            Pesertanya sudah ditentukan, itenary sudah ada, bahkan pemandu di sana sudah dihubungi. Sayangnya, dua hari menjelang hari H, salah satu teman mendadak lembur di hari sabtu, padahal jadwal berangkut ke pangandarannya jumat malam. Oke, ke Green Canyon dipending dulu, tapi liburan harus terlaksana. Apalagi kami gak semuanya tinggal di satu kota yang sama, tapi berasal dari berbagai nusantara *ini mah lebai mampus.
            Hari sabtu menjelang, sudah siang, saya masih berkeliaran di festival jepang di blok M. Ada yang masih di RS, ada yang masih di Bogor, ada yang masih meeting, mobil sewaan pun belum jelas ada dimana. Dan tujuan dipindah, sekarang Anyer, tempat wisata paling dekat yang bisa dicapai, selain puncak tentunya yang kalau malam minggu ke sana sama saja cari mati, macet mampus.

Senin, 01 Agustus 2011

Dan apakah utopia itu?


Impian memang sejenis utopia.

Seorang penyair Italia pernah menjelaskan : utopia adalah sebuah titik, yang ketika kau berada di sebuah horizon, titik itu berada sepuluh langkah di hadapanmu.
Lalu setiap kali kau mendekatinya sepuluh langkah, maka ia akan menjauh sepuluh langkah pula. Dan, ketika kau berusaha menggapainya seribu langkah, maka ia akan menjauh sebanyak langkah yang kau ambil.
Lantas  apa pentingnya utopia?
Itu tadi, utopia penting untuk dimiliki.  Agar kau selalu melangkah, dan terus melangkah.