Minggu, 01 Agustus 2010

How important is your degree(s)???

“Jika orang tidak rajin belajar, cuma nonton film, baca buku, belum tentu jelek, mungkin lebih baik daripada yang diprogram. Self study lebih baik dari studi umum, tapi studi umum untuk pengakuan”
Quote ini saya ambil dari buku biografi Wimar Witoelar berjudul “Hell, yeah!” yang beberapa hari lalu saya baca. Alasan utama saya membaca buku ini karena penulisnya, fira Basuki, salah satu penulis favorit saya. Bukan karea saya pengagum Wimar.
            Setelah selesai membaca, yah namanya juga orang hebat, Wimar memiliki liku hidup yang cukup unik. U know what..ternyata Wimar tidak berhasil menyelesaikan studinya di di Teknik Elektro ITB. Tapi Wimar pernah bekerja sebagai dosen Teknik Industri ITB. How??... Di tahun ke 7 kuliahnya, Wimar tahu bahwa ia tidak akan menyelesaikan kuliahnya karena sibuk dengan aktivitas kemahasiswaan yang lain. Ia lalu mencari beasiswa, dan akhirnya bisa kuliah di Amerika. Selama 5 tahun ia bahkan memperoleh gelar MS dan MBA. Pulang ke Indonesia, Wimar memilih jadi dosen di ITB. Alasannya??...Wimar bilang untuk membuktikan bahwa dulu dia tidak menyelesaikan kuliahnya di ITB bukan karena bego.  
Salah satu alasan kuat seseorang bersekolah atau menempuh pendidikan karena derajat atau gelar yang diperoleh. Dulu…ayah saya sering mendapat surat tawaran gelar master, doktor, bahkan professor dengan hanya membayar nominal tertentu, tanpa kuliah sama sekali. Jika demikian gampangnya, gelar hanya menjadi label, yang mendistorsi pembelajar sebenarnya dan orang-orang yang hanya mengejar pengakuan.
Selama kuliah saya mengenal beberapa teman atau temannya teman yang belum atua tidak berhasil menyelesaikan studinya. Saya tahu mereka tidak bodoh, bahkan memiliki kapasitas di atas rata-rata. Mungkin mereka terlalu asyik dengan kreativitas dan kegiatan lain yang menurut mereka jauh lebih berguna dari hanya mengejar sebuah gelar. Learn more and more when studi at university but degree is another problem.
Bisa jadi saya salah satu yang masih berpikir konvensional. Jika nanti saya punya anak, saya tetap akan berusaha menyekolahkan mereka setinggi mungkin. Penelitian saya beberapa bulan lalu, saya mensurvei orang-orang dengan tingkat pendidikan minimal Diploma 3. Dari berbagai literatur yang saya pelajari mengungkapkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka kerangka berpikirnya akan semakin baik. Kerangka berpikir yang baik akan sangat membantu seseorang dalam mempersepsikan realitas yang dimilikinya. Learn is one factor that make u wise.
Saya berasal dari keluarga besar yang banyak berwiraswasta. Sepupu-sepupu saya banyak yang langsung berwiraswasta. Tapi ibu saya bilang jika saya dikasih uang, sebentar saja akan habis. Beda kalau saya dibekali ilmu, sampai kapanpun saya gunakan tidak akan habis.
Jadi bukan pada gelar yang diperoleh, karena saya tahu di Indonesia menjamur universitas-universitas, dan gelar lebih gampang diperoleh dibanding mencari uang. Tetapi ilmu dan pengalaman kuliah itu sendiri yang bisa dijadikan modal untuk menempuh hidup selanjutnya. Bukankah sebuah modal itu sangat penting?.


6 komentar:

dv mengatakan...

setujuh dengan kata2 ini >> Beda kalau saya dibekali ilmu, sampai kapanpun saya gunakan tidak akan habis.

btw tq for visit me ya :)

meliajani mengatakan...

iya gelar kayaknya cuma sebatas pengakuan aja, ngga menjamin kapabilitas dan kemampuan seseorang..

banyak juga kan orang2 sukses yg ternyata ngga mengantongi gelar :D

tealovecoffee mengatakan...

agree :)

lagipula kuliah apapun, pas kerja juga belum tentu sesuai bidang kuliahnya :p
yg penting bisa membentuk pola pikir...

Eric Strins mengatakan...

yoi kawan...belajar buat mengejar ilmu, agar pola pikir lebih baek. bkn hanya sekedar gelar :)

gaGaazzOne! mengatakan...

kok banyak ya kakak2 itb yang kayak pak Wimar.. banyak cerita senada kayak begitu.. dan mereka sukses2...
kok bisa ya??

perjuangan dan semangat.

Eric Strins mengatakan...

usaha tentunya..,dan berani mengambil langkah berbeda bisa jadi...
orang pintar kadang suka 'nyeleneh'...hihi