Sabtu, 17 Juli 2010

Lirih dan Hampa

sepi
lirih
senyap
hampa
hambar
terasa  mengiris ngiris pilu

hampa ini apakah akan lepas,  ketika saya sudah ikhlas
hampa ini apakah akan berakhir, ketika cinta sudah saya peroleh
hampa ini apakah akan terlewati, ketika pikiran saya sudah jernih
hampai ini apakah tidak akan terasa, ketika saya hanya menerima
hampa ini apakah sirna, ketika ambisi ini meredam
hampa ini apakah akan lenyap, ketika saya mengenal Tuhan
hampa ini apakah akan terenyah, ketika bijaksana telah saya maknai
hampai ini, terasa mengobrak abrik beranda hati saya
menyadarkan saya, betapa keegoisan tidak ada gunanya



hampa ini terasa jauh lebih buruk dari rasa tersakiti, dari rasa cemburu, dari rasa kecewa.

hari ini saya merasa hampa. roboh. tapi tidak jatuh.
saya mengambang, saya tak punya apa-apa yang membuat saya takut jatuh dan terhenyak berkeping-keping.




hampa ini menyadarkan saya, betapa keegoisan tidak ada gunanya.

04Mei2010.EricStrins.Yogyakarta

2 komentar:

helmi mengatakan...

berat :P

Hampa itu akan hilang ketika saya bisa memaknai hidup.

Eric Strins mengatakan...

yup...tapi kadang kita perlu berhampa ria...hanya untuk tahu makna sebenarnya