Minggu, 18 Juli 2010

Kartun Remi Versi Novel



Judul: Nobody’s Boy (Sebatang Kara)

Penerbit: Gramedia
Pengarang: Hector Malot
Harga   :           Rp 42.000
Ukuran :           13.5 x 20 cm
Tebal    :           384 halaman
Terbit   :           Mei 2010


     Begitu melihat cover novel ini, saya merasa agak familiar. Otomatis tangan saya mengambil buku ini dari raknya. Baca sinopsinya sekilas, oh…saya lalu ingat kartun Remi. Ya novel ditulis pada akhir abad ke 18 dan merupakan cerita asli dimana kartun Remi diangkat. Remi sendiri merupakan salah satu serial kartun yang mempermanis masa kecil saya ;). Selain ada Doraemon, Sailormoon, Candy-candy, Saint Seiya, lady Oscar, dsb.
            Remi dulu ditayangkan di RCTI tiap hari minggu sekitar pukul 08.00 atau 09.00, saya lupa tepatnya. Waktu itu RCTI mengheboh-hebohkan kalau mau nonton harus pake “kacamata 3 Dimesi’. Sebenarnya sih itu cuma kacamata plastik yang kiri dan kanannya beda warna, yang satu hitam dan satu lagi putih.Waktu itu harganya kalau gak salah sekitar 1000 rupiah.  Saya beserta kakak-kakak pun terpanggil untuk mencoba. Nyatanya, pake atau gak pake kacamata, ya tetap kelihatan 3 dimensi. Orang itu kartun memang 3 dimensi…hahaha.
            Iseng-iseng google, eh ternyata saya banyak nemu video-video kartun Remi jaman dulu. Sebenarnya di lagu introducing sebelum penayangan juga ada pemberitahuan kalau kartun Remi diangkat dari karya Hector Malot, Nobody’s Boy. Tapi ya maklum waktu itu saya membaca saja masih ngeja…haha.. ;p
    Kembali ke novelnya, bisa jadi dengan membaca novel ini rasa penasaran saya belasan tahun lalu dapat terjawab. Pada saat itu, entah RCTI yang tidak menayangkan sampai ending, atau saya yang sudah tidak mengikuti lagi serialnya. Yang jelas, saya  hanya ingat menyaksikan Remi saat masih kecil. Sedangkan di novel ini, ceritanya berakhir sampai Remi menikah dan bertemu keluarganya.
Duh….saya suka banget dengan novel ini ^^. Pertama: mengingatkan masa kecil saya. Kedua: setting cerita berlatar Prancis dan Inggris sekitar abad ke 18 akhir. Ketiga: alur ceritanya bagus, meski panjang kayak telenovela, tapi tidak membosankan. Dan yang terakhir: ternyata dari novel ini, saya tahu kalau kisah Remi berakhir happy ending. Hihi...syukurlah, tokoh idola saya sewaktu kecil akhirnya bisa bahagia.... ;)

5 komentar:

Laras Arum mengatakan...

Agree, iya banget tuh jaman dulu nonton reminya harus pake kacamata 3 dimensi, biar kerenan. ^_^
blogwalking back. thanks for visiting mine ya. nice to meet you

Eric Strins mengatakan...

Nice to meet you too, laras ^.^

kitab perjalanan hidup mengatakan...

haahahahaha.....rika aneh

LostAngel mengatakan...

Bukunya keren yaa! KEmarin nemu bukunya di penjual buku bekas dan langsung jatuh cinta :)

R. Melati mengatakan...

Iya dan lebih seru lagi klo sekalian nonton film kartun berserinya :)